Anda di sini

Ilmu Umum

Analisis: Antara Cinta Ber-Jetpack dan Cinta Ber-Sayap

Aditya Suranata - 06 Januari 2016 22:10:55 0

Sepasang anak manusia, menjalin cinta semasa SMA
Setiap hari terasa begitu indah
Serasa dunia hanya miliki berdua
Segala janji manis menyentuh hati selalu terucap
Untuk selalu bersama selamanya
Namun seiring dengan tumbuhnya sang waktu
Benih cinta yang mereka tanam dengan subur
Menjadi kecambah yang siap dipanen
Eh maksudnya, akhirnya kini mulai meluntur layu
Si Tomblos pergi mengejar mimpinya ke pulau seberang
Si Koncreng melanjutkan perjuangan di pulau asal
Raga mereka terpisah, namun hati dan pikiran masih menyatu
1 bulan, 4 bulan, hingga 9 bulan kemudian
Semua masih terasa baik
1 Tahun lewat 4 bulan kemudian
Masalah itu pun datang, ketika negara api menyerang
Mereka sudah tidak saling bicara
Berkirim kabar pun tak pernah
Si Koncreng yang selalu aktif bertanya kabar duluan, kini mulai lelah menunggu balasan
Si Tomblos mulai ogah-ogahan, alasannya klasik, dia sibuk
Si Koncreng mulai terbawa emosi, karena tidak habis pikir mengapa di Tomblos bisa begitu padanya
Setelah kehilangan kendali pikiran, si Koncreng marahnya makin menjadi
Apalagi setelah tahu kalau si Tomblos ada main dengan gadis lain
Si Koncreng memberanikan diri bertanya pada Tomblos mengenai gadis itu
Namun tidak puas dengan jawaban si Tomblos, si Koncreng malah makin menjadi
Tidak tahan dengan prilaku si Koncreng, Tomblos mengucap talak empat min satu, yang artinya PUTUS
Hancur sudah
Koncreng shock berat
Pikirannya kacau, seakan langit runtuh, dunia kiamat, hidupnya sudah tidak berarti lagi
Koncreng sakit hati 7 hari 7 malam
Apalagi belum genap sebulan, ternyata Tomblos sudah jadian lagi dengan cem-ceman barunya
Koncreng makin frustasi, hingga setahun kronis
Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, belajar tidak ingin, bekerja apalagi, semuanya NOL BESAR bahkan kondisinya MINUS
koncreng tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri, menyesali keadaan yang telah terjadi

Hmmm... itu sepenggal singkat kisah umum yang terjadi pada banyak pasangan, hubungan yang tidak mendarat dengan mulus alias kandas di tengah perjalanan. Kisah semacam itu tidak hanya terjadi satu atau dua dari seratus pasangan yang ada, jumlahnya bahkan puluhan dan jauh lebih banyak. Maka dari itu, pada tulisan kali ini gw ingin membagikan pemikiran dan hasil analisis gw mengenai fenomena semacam ini. Sehingga nantinya, para pembaca memiliki bayangan mengapa hal itu bisa terjadi, bagaimana cara mencegah hal macam itu terjadi, dan apabila sudah terjadi, bagaimana cara menanggulanginya ?

Sebelum kita lanjut membahas topik ini, pertama-tama gw ingin menekankan diawal kalau tulisan ini hanyalan opini, hasil pemikiran dan analisis gw semata, tujuannya murni hanya untuk berbagi pada para reader. Gw mohon maaf jika terkesan menggurui. MiaranaDIY merupakan situs tempat berbagi ilmu yang umumnya berhubungan dengan dunia pertukangan digital (elektronika dan pemrograman), namun karena sekarang kami disini juga punya tempat khusus untuk berbagi hal semacam ini (diluar elektronika dan pemrograman) maka tidak ada salahnya tulisan ini dipublis disini. MiaranaDIY bukan situs dokter cinta yang isinya para pakar dan pecinta wanita, hihihi.... macam Hitman agent 77 atau Mr. Donald Frankie IYKWIM. MiaranaDIY berisi berbagai tulisan dari para pujangga yang haus ilmu, segala ilmu yang mereka telah minum disalurkan disini. (Maksudnya bukan kencing ya, itu beda konteks gakgakgakgak....)

Oke, kita lanjut saja

Mengapa Cinta Semasa Sekolah "Umumnya" Tidak Bertahan Lama ?

Mengapa ya, ada yang tahu gak ?

Jawaban umum tentunya karena masih cinta monyet, atau cinta yang belum matang. Jika anak muda diibaratkan sama dengan program beta (beta = tahap uji coba) pada komputer, maka mereka memiliki sifat yang sama, mereka memiliki sifat yang namanya vulnerability. Artinya adalah kerentanan, tidak hanya anak muda, program komputer yang usianya muda atau baru dibuat juga memiliki kerentanan. Kalau anak manusia bersifat rentan karena belum banyak memahami hidup, salah satunya berinteraksi dan mengenal sifat orang, maka program komputer juga demikian. Ketika masih sedikit yang memakai, karena masih baru, maka program memiliki banyak kerentanan yang belum diketahui, sehingga bisa memunculkan error ketika digunakan seiring waktu. Sama seperti anak muda, ketika level kecerdasan inteligensi, emosional dan spiritualnya masih rendah dan tidak stabil, mereka sangat vulnerable/rentan. Lalu apa makna yang bisa diambil dari persamaan tersebut ?

Perumpamaan lain yang bisa dijadikan contoh adalah cinta yang tumbuh pada masa sekolah (TK, SD, SMP, SMA atau bahkan Kuliah), ketika kita masih vulnerable itu bagaikan tebang dengan Jetpack. Jetpack bisa membuat kita terbang melesat cepat ke langit, bisa membawa kita terbang sangat tinggi, sangat jauh, juga bisa membuat kita tersesat dan jatuh dengan sangat keras hingga mematahkan tulang, bahkan kematian apabila kita tidak berhati-hati ketika menggunakannya.

Cinta pada masa labil ini sama dengan terbang menggunakan jetpack, karena efek yang ditimbulkan juga mirip. Cinta pada masa ini bisa membuat kita terbang tinggi, karena terasa begitu indah (maklum baru pertama kali), bisa membawa kita kedunia yang baru, ke dunia yang baik, bisa juga ke dunia yang buruk, bisa membuat kita semangat, dan tentu bisa juga membuat kita sakit bahkan kehilangan semangat hidup dan frustasi macam Koncreng. Jika tidak hati-hati karena terbang terlalu tinggi dan tiba-tiba diluar kendali bablas kehabisan bahan bakar, maka ketika jatuh dari ketinggian seperti itu juga bisa menghancurkan hidup dan masa depan lo dan pasangan lo, IYKWIM.

Cinta pada masa labil ini bagaikan terbang dengan jetpack karena percepatannya yang super cepat, akibatnya ? makin cepat tentu bahan bakar juga habis makin cepat. Kalau bahan bakar habis ? ya jatuh! (asumsikan jetpacknya digunakan pada real life yang tidak ada pom bensin terdekat untuk isi ulang ya.. hehe). Cinta pada masa ini membara dengan begitu besar, bagaikan lilin yang kebesaran sumbu, nyalanya berapi-api, hingga dengan cepat membakar lilin itu hingga habis tak berbekas.

Pasangan pada masa ini akan merasakan titik jenuh dan kebosanan yang cepat pula, sehingga muncul dorongan mereka untuk melakukan separation (perpisahan). Sama seperti rocket yang boosternya sudah kosong, maka akan dilepas dan jatuh bebas ke bumi. Kok bahasanya Afgan ya, terlalu sadis cara mu, tapi ya begitu, pada kebanyakan kasus, ya gak ?

Hmmm.. oke kita kembali lagi ke pertanyaan mengenai apa makna yang bisa diambil dari persamaan anak muda dan program beta, makna dan hikmah yang bisa diambil adalah, anak muda dan program beta tidaklah salah. Mereka memiliki sifat rentan karena memang sudah default / bawaannya begitu, pada umur sekian (usia sekolah) dan pada versi beta (uji coba) anak muda dan program beta memang pasti punya vulnerability. Jadi yang jadi masalah sekarang bukanlah tentang salah benarnya pacaran ketika masih sekolah, akan tapi bagaimana membuat anak muda itu tidak rentan lagi, sehingga bisa membawa diri dan menghindari agar dirinya tidak jatuh ke sisi negatif dari adanya vulnerability ini.

Bedanya Cinta Ber-Jetpack dengan Cinta Ber-Sayap

Kalau cinta ber-jetpack hanya terasa indah diawal, dan akan jatuh ketika kehabisan bahan bakar, maka cinta ber-sayap bisa melakukan ini dengan lebih baik lagi. Cinta ber-sayap juga bisa memberikan kita keindahan, bisa membawa kita terbang jauh, dan juga memiliki sisi negatif. Akan tetapi, hal yang paling membedakan antara jetpack dengan sayap adalah, sayap melindungi kita dari ancaman dan kesalahan pemakaian jauh lebih baik ketimbang jetpack. Dengan sayap kita bisa mengontrol pemakaian melalui rasa lelah, apabila kita lelah, kita bisa mendarat atau bertengger seperti burung-burung. Tentunya dengan kendali penuh atas diri kita, ini yang terpenting, dengan sayap kita tentu punya kendali penuh pada diri kita. Jika lelah telah sirna, kita bersama pasangan yang juga memakai sayap bisa melanjutkan terbang ke tempat tujuan. Begitu seterusnya hingga kita sampai di tujuan.

Jika disamakan pada proses percintaan, sayap disini berarti sebuah kecerdasan dan kesadaran penuh. Keseimbangan antara penggunaan perasaan dan logika, karena cinta ini kadang-kadang tak ada logika seperti kata Agnes, maka harus selalu dipastikan logika juga berperan jika kita tidak ingin salah melangkah dan mengambil keputusan karena hanya mengandalkan perasaan, karena perasaan akan selalu membenarkan apapun yang dilakukan oleh orang yang memegang perasaan kita (tai dinosaur rasa capucino, eh). Jadi pada masa ini, anak muda tadi telah tumbuh tingkat inteligensi, emosional dan spiritualnya. Mereka sudah bisa membedakan mana yang patut dan yang harus dihindari dan ditinggalkan. Mereka sudah bisa mengendalikan diri, pikiran dan menjaga keharmonisan hubungan melalui rasa saling pengertian dan ego yang berada dibawah kendali kesadaran.

Oke, ketika kita sudah mengetahui kalau anak muda itu vulnerable, yang artinya mereka rentan terpapar hal positif dan negatif, termasuk cinta ber-jetpack, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya ? Sehingga para anak muda tidak mengalami hal yang macam Koncreng dan Tomblos alami, itu juga syukur baru frustasi si Koncreng, belum akibat negatif lainnya yang kini semakin gila, misal hingga sampai melakukan hal yang sangat diluar dugaan macam a****i, apa yang harus kita lakukan pada masa-masa labil ini? Bagaimana kita membangun mindset kita pada masa-masa berbahaya ini? Bagaimana kita memperkuat pertahanan? Bagaimana kita membangun filter informasi yang baik dan tangguh untuk memproses masukan yang ada?

Mensiasati Rasa Ingin Pacaran Semasa Sekolah (masa-masa vulnerable)

Tidak dipungkiri, masa pubertas atau remaja kita punya dorongan untuk memiliki pacar yang sangat tinggi. Tapi setelah mengetahui keadaan kita yang memiliki vulnerability besar pada masa ini, bagaimana kita mensiasatinya ?

Berdasarkan kelemahan tersebut, kita tentunya harus memperkuat pertahanan diri. Salah satu caranya adalah dengan mencari pertemanan sebanyak-banyaknya. Mengapa mencari teman sebanyak-banyaknya?

Sama seperti program komputer, dia akan jadi canggih jika sudah banyak orang yang menggunakan. Akan ada banyak masukan mengenai kelemahan dan error pada dirinya, sehingga dia bisa diperbaiki dan disempurnakan dengan cepat. Begitu juga dengan teknik machine learning yang kini sedang berkembang, si mesin akan jadi makin canggih dan pintar apabila dia dilatih dengan banyak data dan kondisi-kondisi berbeda. Dia bisa mengenali wajah pada foto, bisa membaca plat nomer kendaraan dan sebagainya.

Manusia juga begitu, semakin banyak dia tahu pergaulan dan watak orang, maka sensornya akan semakin tajam mengenali orang baru dan lingkungan baru. Namun dengan catatan, ketika melakukan interaksi, kita harus tetap memegang teguh komitmen pada diri untuk tidak mencoba hal-hal yang negatif. Kita bisa berteman dengan siapa saja, karena setiap orang punya suatu hal yang bisa mereka tawarkan pada kita, mereka selalu punya ilmu baru yang bisa dibagi, dan pengalaman baru yang bisa mereka ceritakan pada kita, namun yang perlu selalu kita ingat adalah, kita tidak mesti mengikuti apa yang mereka lakukan. Khususnya hal-hal negatif yang mereka lakukan kita berhak dan harus tidak mengikutinya.

Kita hanya bisa melindungi diri dari hal buruk dan pergaulan/pengaruh buruk, hanya jika kita tahu seluk beluknya.

Jadi bagaimana caranya mensiasati rasa ingin pacaran semasa sekolah ?

Pada masa ini, kita tidak harus membuat sebuah komitmen dan berangan-angan terlalu tinggi pada seseorang dan suatu hubungan. Pada masa ini kita punya tugas yang lebih penting. Tugas dan kewajiban paling pertama yang sudah tentu kita tahu adalah belajar. Orang tua tidak boleh dikecewakan, karena jadi orang tua itu susah dan melelahkan, dan kehancuran utama mereka adalah kegagalan anaknya. Tugas yang kedua yang akan kita bahas disini adalah, kita harus bisa belajar tentang kehidupan. Kita harus belajar untuk bertumbuh semakin dewasa.

Untuk mensiasatinya kita menggunakan rumus KSR (Koleksi, Seleksi, Resepsi). Pada masa ini kita menggunakan yang pertama yaitu Koleksi! Jadi itulah alasan mengapa kita perlu banyak menjalin pertemanan, kita harus mengkoleksi para bibit-bibit unggul yang bisa kita jadikan pendamping nanti. Koleksi yang banyak tidak apa-apa justru semakin bagus, namun perlu diingat, koleksi disini tanpa komitmen dan tanpa PHP!, kita hanya perlu mengenal mereka, hanya sebatas teman. Cari tahu seluk beluknya. Mulai dari teman, lo bisa sepuasnya menggali informasi dasarnya.

Keinginan untuk meresmikan atau pacaran sebaiknya ditahan dulu, karena jika lo teruskan, selain lo terancam kehilangan respek dari para koleksi, kemungkinan lo bisa jadi dengan si dia juga akan mengecil. Ingat lagi jetpack, jika ia digunakan terlalu dini, bahan bakarnya akan habis sebelum waktunya. Cara terbaik adalah pelihara pertemanan hingga waktunya tiba, waktunya Seleksi.

Seleksi bisa dilakukan ketika waktu timeline dari umur berapa kita akan menikah sudah agak dekat. Minimal kalau dihitung-hitung itu 5 tahun. Tapi yang paling baik itu 3 atau 2 tahun sebelum tahun pernikahan. Dimasa ini, jika lo bisa belajar dengan baik, pastinya lo sudah punya nilai tawar yang TINGGI. Para koleksi yang lo jaga hubungan, akan menyisakan para kandidat yang benar-benar berkualitas pada masa ini. Mereka-mereka yang tidak kuat akan tersingkirkan dengan sendirinya melalui seleksi alam. Mereka-mereka yang juga fokus belajar dan meningkatkan kualitas dirinya akan tetap ada untuk lo mulai dekati. Disinilah seleksi dimulai. Lo bisa mulai melakukan seleksi dari koleksi-koleksi yang masih tersisa. Para pejuang-pejuang hebat.

Tapi bagaimana jika koleksinya semua tergerus seleksi alam? Yahh... derita lo kalau begitu. hihihihi.....

Tapi tenang, jika lo melakukannya dengan baik, dan diiringi dengan doa dan kehendak Tuhan, itu tidak akan terjadi, lo tidak akan kesusahan, karena nilai tawar lo tinggi. Siapa coba yang tidak tertarik, jika kita adalah orang yang memliki karisma dari apa yang sudah kita pelajari.

Bagaimana Menjaga Hasil Seleksi Agar Tetap Awet dan Lulus Ujian (Menikah) ?

Sudah selesai menseleksi? Maka lanjut ke Resepsi deh!

Resepsi disini bukan langsung nikah yah, pacaran dulu. Disinilah kesempatan lo buat mempraktikan segala ilmu dari kesadaran dan kecerdasan inteligensi, emosional dan spiritual lo. Sehingga lo menggunakan cinta yang ber-sayap. Seperti yang kita jabarkan diatas tadi. Hingga akhirnya bisa membawa kita berdua sampai ke tempat tujuan.

Tahap ini adalah ujian terakhir lo sebelum memasuki jenjang pernikahan. Setelah menikah tentu ujiannya ada lagi, bahkan jauh lebih sulit, ya namanya juga hidup hihi... tapi karena ilmu gw belum sampai sana itu tidak akan dibahas di kesempatan ini.

Gw akan bagi sedikit tips yang gw pelajari mengenai kiat-kiat untuk menjaga agar hubungan awet sampai kakek nenek.

Yang pertama adalah pengendalian diri, khususnya emosi dan ego. Lo harus bisa mengendalikan emosi dan ego lo, emosi harus stabil dan ego harus dibawah kendali. Artikel ini akan menjelaskan sedikit tentang ego, silahkan dibaca.

Kedua, bisa mempergunakan logika dan perasaan dengan baik. Logika tanpa perasaan akan jadi kejam, dan perasaan tanpa logika akan jadi bodoh. Contohnya lo bisa menyianyiakan pasangan yang lo miliki demi orang lain hanya karena kasian pada orang tersebut, hingga akhirnya menyebabkan kehancuran pada diri lo dan pasangan, ini terjadi jika kadar logika lo minus, atau lo hanya mengambil keputusan menggunakan perasaan, dengan perasaan tidak ada benar salah, yang ada hanya benar saja. Begitu juga dengan logika tanpa perasaan, lebih kejam lagi. Jadi pergunakan dua-duanya ketika mengambil keputusan.

Ketiga, dalam mensiasati kejenuhan, kebosanan dan sejenisnya, aturannya adalah lo tidak boleh main dalam dunia yang sama dengan cara mencari partner baru. Bahasa sederhananya lo tidak boleh selingkuh! Selingkuh itu adalah kehancuran dari semua yang telah lo bangun dengan susah payah dari nol hingga jadi istana megah, hanya karena selingkuh semua itu akan hancur rata dengan tanah dan tenggelam tak bersisa. Ih ngeri deh.

Lo tidak boleh main dalam dunia yang sama, jadi artinya ketika jenuh, lo harus main ke dunia yang lain. Dunia lain ini maksudnya bukan dunia mahluk gaib ya, maksudnya adalah dunia lain selain dunia romansa, dunia romansa hanya ada lo dan sang kekasih. Dunia lain itu ada banyak, ada dunia pertemanan, ada dunia hobi, ada dunia pekerjaan, ada dunia jalan-jalan, ada dunia olah raga dan sebagainya. Ketika jenuh, lo hanya boleh dan hanya harus melompat dan bermain di dunia yang lain itu. Ketika sudah selesai, dan jenuh sudah hilang, maka lo bisa pulang lagi ke dunia romansa dan kembali bermesra dengan si dia.

Keempat, jangan berharap sesuatu yang spesial terus menerus, dan jangan selalu berusaha untuk meng-upgrade atau meningkatkan hubungan kita dengan pasangan. Apa yang harus kita lakukan adalah membiasakannya.

Nasi goreng spesial yang dimakan setiap hari, spesialnya akan hilang tidak terasa lagi. Tapi, mengapa kegiatan sehari-hari seperti mandi, makan atau membuka Facebook tidak juga membuat kita bosan? Meskipun dilakukan berulang-ulang bahkan seumur hidup tidak juga membuat kita bosan?

Itu karena kita menganggapnya sebagai kebutuhan, begitu juga dengan pasangan, agar tidak bosan, anggap doi sebagai kebutuhan, lo butuh doi dalam hidup lo, tanamkan itu, tanamkan itu dipikiran kalian berdua.

Kelima, rajin-rajin berdoa, dan sama-sama dekatkan diri kepada Beliau, karena tujuan akhir kalian adalah Beliau, mohon bimbingan selalu agar selalu dituntun ke jalan yang benar..


Kesimpulannya

Cinta ber-jetpack itu sama dengan cinta monyet, dan cinta yang sebenarnya, yang peluangnya besar bisa lulus ujian (menikah) itu adalah cinta ber-sayap. Pada masa-masa sekolah (vulnerable) lo tidak mesti terlalu pusing mikirin cinta ber-jetpack, karena pada masa ini yang perlu lo lakukan cukup belajar dan membuat pertemanan sebanyak-banyaknya. Setelah lo lulus dan mendekati usia menikah baru masuk ke tahap seleksi untuk menentukan calon pacar, lalu resepsi deh.

Untuk menjaga hasil seleksi hingga tembus ke resepsi lo harus bisa menguasai diri lo sendiri dulu, baik kestabilan emosi, kendali ego, bagaimana menggunakan racikan yang pas antara logika dan perasaan, bagaimana mensiasati kejenuhan dalam hubungan sehingga tidak berujung pada perselingkuhan, hingga bagaimana membuat hubungan itu menjadi kebutuhan yang tidak bisa kita tinggalkan.

Akhir kata, terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat ya..

1.118
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.