Anda di sini

Filsafat Hidup

Dunia Material adalah Penjara. Kita Harus Mencoba Untuk Keluar...

Aditya Suranata - 06 Juli 2018 00:13:34 0

Dalam rumah tahanan, walapun anda mengira penjara kelas satu itu sangat bagus, tapi bagaimana pun juga, itu tetaplah rumah tahanan. Kebabasan anda ditebang. Begitu juga, di sini di dunia material ini, itu hanyalah keberagaman. Kita menyebutnya, inilah kelas utama. Inilah kelas kedua. Kelas ketiga. Namun sebenanya, semuanya adalah kelas ketiga...

Nitai: "Dipecah menjadi beragam oleh tiga jenis sifatnya, alam material membuat bentuk-bentuk dari para makhluk hidup, dan para makhluk hidup, melihat hal ini, dikhayalkan oleh fitur penutup-pengetahuan dari energi ilusi."

Prabhupada:

gunair vicitrah srjatim
sa-rupah prakrtim prajah
vilokya mumuhe sadyah
sa iha jnana-guhaya

Para makhluk hidup, mereka punya pengetahuan. Inilah perbedaan antara zat dan makhluk hidup. Makhluk hidup, mereka telah mendapat pengetahuan. Zat mati masih perlu dikembangkan. Pengetahuan mereka juga tertutup. Pengetahuan itu ada, tapi tertutupi. Seperti halnya pohon-pohon: juga merupakan makhluk hidup, tapi pengetahuannya lebih tertutup ketimbang makhluk hidup yang bergerak. Terdapat dua jenis makhluk hidup: bergerak dan tidak bergerak, sthavara-jangama. Sthavara berarti berdiri, tidak mampu bergerak. Dan jangama berarti bergerak. Jadi jangama lebih baik daripada sthavara ini. Dan diantara sthavara, ada varietas. Para serangga, semut, reptil, hewan melata, mereka juga jangama. Tapi yang satu lebih baik dari yang lain, yang satu lebih baik dari yang lain, hingga akhirnya kita sampai pada kedudukan ini, manusia, bergerak, tapi jauh lebih baik daripada semua binatang yang lebih rendah, serangga. Pengembangan, pengembangan kesadaran. Tapi aslinya, kita semua adalah makhluk hidup yang murni. Kita terkontaminasi oleh sifat dari alam material. Semakin kita terkontaminasi, kesadaran kita semakin tertutupi. Sehingga dikatakan, gunair vicitrah.

Vicitrah berarti varietas. Mengapa ada varietas? Varietas ada karena berdasarkan pergaulan kita dengan sifat yang berbeda dari alam material, sehingga menyebabkan adanya varietas atau keberagaman. Terdapat 8.400.000 varietas bentuk hanya karena tipe pergaulan yang berbeda. Bhagavad-gita juga mengatakan, karanam guna-sangah asya sad-asad-yoni-janmasu. Ada begitu banyak varietas makhluk hidup di dunia material ini, mereka ada karena gunair vicitrah, oleh kualitas-kualitas berbeda, percampuran dari kualitas-kualitas. Jadi dari estimasi kasar campurannya adalah sattva, rajas, tamas, campuran yang pertama. Jadi campuran ini harus dianalisis dan dipisahkan. Sama halnya dengan proses percetakan/printing terdapat proses pemisahan warna. Ini juga seperti itu, proses pemisahan warna. Sattva-guna, rajo guna, tamo-guna, sekarang tercampur oleh manajemen ahli, melalui proses ahli juga mereka dapat dipisahkan, dengan demikian kita bisa sampai secara murni pada tataran sattva-guna. Dan segera setelah kita sampai di tataran sattva-guna, maka kita dapat melihat hal-hal dengan sebagaimana adanya. Chindanti sarva-samsayah. Ketika kita ada di kualitas-kualitas yang masih tercampur, maka mumuhe, maka kita bingung.

Seperti halnya pada saat ini masyarakat manusia tidak mampu memahami apa itu Tuhan, tidak mampu memahami. Mumuhe. Inilah kesempatannya, bentuk kehidupan sebagai manusia, untuk memahami Tuhan, dan maka dari itu sastra, Vedanta, mengatakan atha, athato brahma-jijnasa: "Sekarang saatnya kamu bertanya tentang Brahman." Uttisthata jagrata prapya varan nibodhata: "Mengapa kamu tidur lagi? Inilah kesempatannya." Ada contoh yang sangat bagus, yaitu beberapa orang, mereka memelihara burung kit-kit, dan dilatih untuk berkeliaran di ladang dan kemudian kembali lagi ke sangkar. Jadi tuannya memberikan si burung kesempatan, "Sekarang, keluarlah. Pergi ke ladang bebas." Jadi jika si burung ingin, ia dapat pergi, terbang begitu saja. Tetapi daya tariknya sangat akut sehingga setelah beberapa saat, berkeliaran di ladang, lagi-lagi sang tuan memanggil, "Kit, kit, kit, kit." Dan lagi si burung pun masuk ke sangkar. Dia bisa saja pergi bebas. Inilah kesempatannya.

Sama halnya, ibu alam material, atau Durga-devi... Durga berarti sang inspektur dari rumah tahanan ini, material, Durga. Dur-ga: "Anda tidak bisa keluar." Itu disebut durga. Durga juga berarti benteng. Sangat sulit, dur-ga, untuk dapat keluar. Jadi inspekturnya disebut Durga. Ibu Durga merupakan inspektur dari dunia material ini. Srsti-sthiti-pralaya-sadhana-saktir eka. Sangat powerful, Beliau memiliki sepuluh tangan. Sepuluh tangan berarti sepuluh arah mata angin: timur, barat, dan utara, selatan, dan keempat sudut, delapan, dan atas, dan bawah, sepuluh arah, dik, dasa-dik. Jadi Beliau memantau ke segala sisi: "Kamu tidak bisa keluar". Maka dari itu Beliau disebut Durga-devi. Atau dunia material ini disebut Devi-dhama, "tempat dimana Devi, ibu Durga, menjadi inspekturnya." Daivi hy esa gunamayi, maya. Beliau juga disebut Maya, Daivi-maya.

Maya..., siapa maya? Itu adalah Krsna maya. Maya berarti sesuatu yang indah, mistis. Atau maya berarti ilusi. Sangat banyak, ada artinya. Maya juga berarti kasih sayang. Jadi entah bagaimana, Durga-devi ini, Maya, adalah maya milik Krsna. Seperti halnya rumah tahanan. Rumah tahanan juga rumah pemerintah, tetapi itu tidak sebaik rumah pemerintah. Diawasi oleh pemerintah. Pemiliknya adalah pemerintah. Diawasi oleh pemerintah. Anda dapat menyebutnya rumah pemerintah, tetapi rumah pemerintah berbeda, raja-bhavan. Demikian pula, semuanya adalah milik Krsna, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Isavasyam idam sarvam. Semuanya adalah milik-Nya. Maka dari itu Krsna berkata, mama maya. Mama maya. Daivi hy esa gunamayi mama maya. Adalah ciptaan Krsna. Itu perlu.

Seseorang... ada pertanyaan yang ditanyakan, "Mengapa Krsna menciptakan energi material yang begitu menyedihkan ini?" Duhkhalayam asasvatam. Jadi bukan keinginan sukarela Krsna untuk menciptakan. Tetapi Beliau memberikan kesempatan kepada para makhluk hidup yang melupakan Krsna. Dia melupakan pelayanan kepada Krsna dan menginginkan untuk menikmati dunia material ini. Indriya-tarpana(?) Indriya-pritaye. Nunam pramattah kurute vikarma. Di sini mereka hanya melakukan kegiatan yang melanggar hukum, kurute virkarma. Karma, vikarma, dan akarma. Jadi kita memiliki pengalaman yang sangat bagus, khususnya di kota, kota yang besar. Orang-orang, hanya untuk mendapatkan uang mereka melakukan begitu banyak kegiatan melanggar hukum, vikarma. Itulah vikarma. Mereka paham bahwa "Jika saya melakukan ini, maka dapat dijatuhi hukuman," tetapi masih saja, untuk mendapatkan uang mereka melakukannya. Itulah sifat dari dunia material ini. Untuk kepuasan indera seseorang dapat melakukan apapun, bahkan rela mempertaruhkan nyawa. Pencuri itu mencuri diam-diam, bersembunyi dan mempertaruhkan hidup untuk mendapatkan beberapa uang. Mengapa uang? Uang dapat memasok kepuasan inderanya.

Sehingga, saat seseorang mengejar kepuasan indera, dia gila, dia menjadi gila. Balavan indriya-grama durdanta. Indriya-grama, ini adalah kata sifatnya. Durdanta indriya-kala-sarpa-patali. Ini deskripsinya. Indriya, indera-indera, bagaikan ular, kala-sarpa-patali. Seperti ular, segera setelah digigit, segera ada kematian, jadi sama halnya, indriyas kita, yang merupakan indera-indera material, itu seperti durdanta indriya-kala-sarpa-patali, dan kita menggunakannya. Indera tersebut digunakan di dunia material ini. Maka dari itu dikatakan, nunam pramattah. Mereka menjadi gila, gila mengejar kepuasan indera. Pemuasan indera tertinggi adalah hubungan badan. Oleh karena itu dianjurkan bahwa,

matra svasra duhitra va
naviviktasano bhavet
balavan indriya-gramo
vidvamsam api karsati

Jadi kita mesti sangat berhati-hati dengan indera-indera. Seluruh proses yoga dimaksudkan untuk mengendalikan indera-indera. Yoga indriya-samyamah. Indriyas sangat powerful hingga menarik kita ke kondisi kehidupan neraka. Itu sangatlah sulit. Jadi dunia material ini berarti semuanya gila, orang-orang gila mengejar kepuasan indera. Nunam pramattah kurute vikarma. Mengapa mereka melakukan kegiatan yang melanggar hukum, baik melanggar hukum negara atau melanggar berdasarkan hukum kitab suci? Yad indriya-pritaye, hanya untuk kepuasan indera. Yad indriya-pritaya aprnoti.

Sehingga sastra mengatakan.... merupakan pernyataan dari Rsabhadeva. Beliau berkata, na sadhu manye: "Tidak, tidak. Itu tidaklah baik." Na sadhu manye yata atmano 'yam. Atmanah, sang roh. Asann api klesada asa dehah. Sang atma tertutupi oleh tubuh material ini, namun itu hanya sementara. Terkadang berlangsung hingga sepuluh tahun atau terkadang dua puluh tahun, terkadang ratusan tahun, terkadang berjuta-juta tahun, namun itu terbatas. Baik anda mendapatkan badan sebagai Dewa Brahma atau badan seekor semut malang, mereka semua hanya sementara. Itu akan berakhir. Jadi meskipun itu bisa berakhir...

nunam pramattah kurute vikarma
yad indriya-pritaya aprnoti
na sadhu manye yata atmano 'yam
asann api klesada asa dehah

Asann api. Asann berarti "tidak akan"; itu hanya sementara. Tapi selama anda mendapatkan badan ini, klesada, itu selalu menyakitkan, menyedihkan. Adhyatmika, adhibhautika, adhidaivika--ada saja kondisi yang menyedihkan harus terjadi.

Jadi inilah kedudukan kita. Maka dari itu atma-darsana, seseorang mesti tahu apa sebenarnya dirinya. Dia adalah makhluk spiritual. Makhluk spiritual, dia tak ada urusan dengan dunia material ini, tetapi karena suatu lain hal, kita telah jatuh ke dunia material ini. Anadi karama-phale, padi' bhavarnava-jale. Sama halnya dengan lautan. Jadi seperti halnya anda terjatuh dari perahu atau kapal, maka kita berjuang untuk tetap hidup. Anda mungkin seorang perenang ulung, tapi itu bukan berarti bahwa anda akan nyaman di air. Itu tidaklah mungkin. Demikian pula, kita para makhluk hidup, bagian percikan dari Tuhan, kita semurni Tuhan. Krsna, Tuhan, adalah murni. Param brahma param dhama pavitram paramam bhavan. Pavitra. Jadi demikian pula... Pavitra berarti tanpa pencemaran material. Itulah pavitra.

Sehingga...

apavitrah pavitro va
sarvavastham gato 'pi va
yah smaret pundarikaksam
sa bahyabhyantara-sucih

Inilah prosesnya, bahwa anda mungkin murni atau tidak murni. Kondisi material berarti tidak murni, tercemar, terkondisikan. Jadi untuk bisa terbebas dari kondisi tercemar ini, sastra berkata, yah smaret pundarikaksam: "Jika kamu selalu tetap memikirkan Pundarikaksa, mata-padma dari Krsna atau Visnu," yah smaret pundarikaksam sa bahyabhyantara-sucih, "dia menjadi suci lahir batin, termurnikan."

Jadi pada saat ini kedudukan kita adalah kedudukan tercemarkan oleh kontak dengan tiga sifat dari alam material. Gunair vicitrah. Gunair vicitrah. Anda melihat begitu banyak varietas kehidupan, varietas kehidupan yang berbeda-beda. Uccavaca. Beberapa diantaranya lebih tinggi, dalam kedudukan yang lebih tinggi; beberapa diantaranya dalam kedudukan lebih rendah. Tapi ini vicitra, sedangkan roh, adalah murni. Itu adalah satu kualitas. Tetapi ini kualitas vicitra, mengapa? Vicitra berarti varietas. Terjadi karena gunaih. Karanam guna-sango 'sya. Mengapa yang satu menjadi anjing dan yang satu menjadi tuhan? tuhan yang dimaksud adalah para dewa. Mereka juga makhluk hidup yang ada di dunia material ini, namun bedanya mereka tinggal di sistem planet yang lebih tinggi. Sama halnya dengan di sini kita juga melihat beberapa diantara mereka tinggal di bangunan pencakar langit yang lebih tinggi, apartemen yang sangat nyaman, dan beberapa tinggal di gubuk, jhupari. Di Bombay anda dapat melihatnya. Kedua hal itu ada di sana. Demikian pula, para dewa--Indra, Candra, Varuna, dan banyak lagi yang lainnya--mereka juga hidup dengan sangat nyaman di planet-planet atas. Mereka juga makhluk hidup. Namun mereka ada di, kebanyakan sattva guna. Dan di sini, di planet ini atau yang lebih rendah dari planet ini, mereka kebanyakan dalam sifat rajo-guna dan tamo-guna.

Dinyatakan dalam Bhagavad-gita: urdhvam gacchanti sattva-sthah. Jika anda mengembangkan sattva-guna, maka secara bertahap anda dapat diangkat ke sistem planet yang lebih tinggi tempat tinggal para dewa. Madhye tisthanti rajasah. Jika anda dipengaruhi oleh rajo-guna, maka sistem planet tengah, berarti bhur bhuvah svah... Om bhur bhuvah svah tat savitur varenyam bhargo devasya. Jadi..., dan planet yang lebih rendah, kemudian Tala, Atala, Vitala, Patala, Rasatala, Talatala--ada begitu banyak sistem planet bawah. Terdapat empat belas sistem planet, tujuh ke atas, tujuh ke bawah.

Jadi ini berlangsung. Ini berlangsung. Sehingga itu disebut gunair vicitrah. Semua makhluk hidup tersebut dan kondisi kehidupannya, sifat kehidupannya, standar kehidupannya, semuanya, mereka hanya terkontaminasi oleh tiga gunas: tri-gunair vicitrah. Srjatim sa-rupah prakrtim prajah. Sa-rupah prakrtim. Mereka mendapatkan bentuk ini berdasarkan pada kecenderungan dari pikiran, sa-rupah. Jika aku terkontaminasi tamo-guna, maka aku mendapatkan kelas kehidupan yang lebih rendah. Jika aku terkontaminasi rajo-guna, maka kelas kehidupan menengah. Dan jika kita terkontaminasi... Ini juga kontaminasi, tapi masih lebih baik daripada dua lainnya.

Jadi semuanya adalah kualitas-kualitas material, dan itu adalah pergaulan yang sebenarnya tidak diinginkan oleh makhluk hidup. Itu tidak diperlukan, karena dalam Weda dikatakan, asango 'yam purusah: "Para makhluk hidup tak ada urusan dengan kualitas-kualitas material tersebut." Namun entah bagaimana, ia telah melakukan kontak. Oleh sebab itu Bhaktivinoda Thakura berkata, anadi karama-phale, padi' bhavarnava-jale. Dan Caitanya Mahaprabhu juga berkata demikian, ayi nanda-tanuja patitam kinkaram mam visame bhavambudhau. "O Tuan ku, Nanta-tanuja, putra dari Nanda Maharaja, Krsna, hamba adalah pelayan kekal mu." Ayi nanda-tanuja patitam kinkaram mam: "hamba... entah bagaimana, hamba telah jatuh ke lautan eksistensi material ini. Mohon selamatkan hamba dan jadikan hamba debu di Kaki Padma Anda." Sama halnya seperti anda ada di lautan, jika anda diangkat bahkan hanya seinci di atas air, anda secara langsung merasa lega. Jadi setidaknya kita harus bisa ada satu inci diatas kualitas-kualitas material tersebut. Kemudian anda pun terbebaskan, saat itu juga.

Jadi siapa yang bisa melakukan hal itu? Itu hanya dilakukan oleh Krsna. Bukan para dewa yang bisa melakukan itu. Itu tidak mungkin. Hanya Krsna yang dapat memberi. Sama halnya jika anda..., seseorang yang divonis mati, tak seorang pun yang dapat menyelamatkan. Hanya Raja yang dapat menyelamatkan, presiden dapat menyelamatkan. Tak seorang pun dapat menyelamatkannya. Tidak demikian... Berdasarkan hukum, tak seorang pun dapat menyelamatkan, seseorang yang dijatuhi hukuman mati. Semua orang tahu itu. Atas belas kasihan raja, atas keputusan presiden... Demikian pula, kita di dunia material ini sama halnya dengan dijatuhi hukuman mati. Terkutuk... Itu praktis, dijatuhi hukuman mati. Siapa yang tidak dikutuk mati di dunia ini? Siapa yang bisa mengatakan, "Tidak, saya tidak dikutuk mati." Bisakah seseorang mengatakan demikian? Semua orang dikutuk untuk mati. "Sepasti kematian itu sendiri". Itulah dikutuk untuk mati. Mengapa aku harus mati? Jika sifat ku, kedudukan ku secara konstitusional, adalah na jayate na mriyate--Aku tidak dilahirkan, Aku tidak mati--lalu mengapa aku sekarat? Itulah dikutuk untuk mati.

Jadi dikutuk untuk mati, kita bertindak dengan cara demikian. Itulah nunam pramattah kurute vikarma. Kita mendapat satu kehidupan, dan ada... Berdasarkan jenis tubuh, para anjing bekerja dengan cara tertentu, para manusia bekerja dengan cara tertentu, para brahmana bekerja dengan cara tertentu, para sudra bekerja dengan cara tententu, berdasarkan jenis tubuh. Anak-anak bekerja dengan cara tententu. Pria remaja yang telah tumbuh dewasa bekerja dengan cara tertentu. Jadi berdasarkan tubuh, kita bekerja dengan cara yang berbeda, vicitrah, namun itu semua adalah kegiatan yang terkontaminasi. Oleh karena itu kita harus mencari perlindungan di kaki padma Krsna. Maka dari itu Caitanya Mahaprabhu berkata, ayi nanda-tanuja patitam kinkaram mam: "Hamba memahami bahwa hamba adalah pelayan kekal Mu. Kedudukan hamba adalah sebagai pelayan Mu. Namun malangnya hamba lebih memilih untuk menjadi pelayan maya. Karenanya inilah kedudukan hamba yang jatuh. Jika Anda berbaik hati mengambil hamba lagi." Dan Beliau siap. Krsna siap. Oleh karena itu Beliau datang secara pribadi untuk mencari tahu, bahwa "Mengapa kamu membusuk di dunia material ini?" Sarva-dharman parityajya mam ekam saranam vraja. Seperti halnya seorang ayah, ayah yang waras, meminta anaknya yang bingung, "Mengapa, anak ku terkasih, kamu menderita dengan cara seperti ini? Mengapa kamu tidak pulang kembali ke rumah, dan hidup dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan?" Tapi tidak, kita bertekad, kita bertekad. Meskipun Krsna sedang menyisir, para penyembah-Nya sedang menyisir, "Tidak. Tidak, tuan. Kami akan menikmati di sini." Apa itu kenikmatan? Kelahiran dan kematian, penyakit, dan usia tua--apakah itu kenikmatan? Tapi mereka tak punya otak untuk mengerti. Tumpul, mudhah, duskrtina. Oleh karena itu Krsna berkata, na mam duskrtino mudhah prapadyante naradhamah. Krsna berkata, "Berserahlah kepada Ku. Aku memberi mu perlindungan." Tetapi mereka tidak akan melakukannya. Mengapa? karena duskrtino mudhah naradhaman. Itulah kedudukannya.

Jadi karena kita duskrtinah, mudhah, naradhamah, oleh sebab itu terdapat banyak varietas kehidupan. Gunair vicitrah srjatim. Dan itu sedang dilakukan oleh alam material. Karanam guna-sango 'sya sad-asad-jnma-yonisu. Prakrteh kriyamanani gunaih karmani sarvasah. Prakrti, hukum alam, itu tidak... itu adalah mesin yang sempurna.... satu... telah beberapa kali kami katakan. Seperti halnya mesin yang sempurna: jika anda telah terkontaminasi kuman kolera, cacar, penyakit kelamin, maka anda harus menderita penyakit itu. Mesinnya bekerja. Mesinnya bekerja. Begitu pula, mesin dari prakrti bekerja dengan sangat bagik. Segera setelah anda tercemari salah satu dari sattva-guna, rajo-gunam tamo-guna, kemudian anda menjadi terkontaminasi, dan kegiatan anda dan tubuh anda dan sifat kehidupan anda -- semuanya berdasarkan pada kontaminasi tersebut.

Jadi untuk dapat menyelamatkan diri kita dari pencemaran ini, satu-satunya proses adalah, sebagaimana yang dikatakan Krsna,

sarva-dharman parityajya
mam ekam saranam vraja
aham tvam sarva-papebhyo
moksayisyami ma sucah

Di sini yang biasa disebut sebagai kegiatan saleh, itu juga merupakan kegiatan yang tidak saleh. Itu adalah karangan mental kita. Kita telah menciptakan, "yang ini adalah saleh dan yang ini tidak saleh." Tetapi untuk tetap berada di dunia material ini sendiri adalah tidak saleh, karena itu adalah kontaminasi. Jadi saat anda sendiri berpenyakit, terkontaminasi, jadi dimana perbedaan antara kegiatan saleh dan kegiatan tidak saleh? Itu hanyalah khayalan. Di dunia material ini tidak mungkin ada kegiatan saleh apapun--karena hasilnya adalah penderitaan kelahiran dan kematian dan usia tua. Lalu dimana kegiatan saleh anda? Jadi itu hanyalah karangan.

Jadi ketika Krsna berkata, sarva-dharman parityajya, sarva berarti "semua". Apa maksudnya "semua" itu? Karena kita telah menciptakan sesuatu yang saleh dan tidak saleh, sesuatu yang baik, dan sesuatu yang tidak baik, sehingga Krsna berkata, "Kamu bajingan, hentikan semua baik dan buruk ini. Yang kau sebut sebagai baik dan buruk itu tak ada nilainya. Satu-satunya yang benilai adalah kamu berserah diri kepada Ku." Dan itulah yang bernilai. Selain itu hanyalah karangan anda, "Ini sangat baik; ini sangat buruk." Di rumah tahanan, jika anda mengira penjara kelas-satu sangat bagus, biar bagaimana pun, itu tetaplah rumah tahanan. Kebebasan anda ditebang. Jadi anda mungkin mengira bahwa jika itu benar-benar penjara kelas-satu... para Politikus, mereka diberikan ruangan kelas-satu dalam pengelompokan rumah tahanan. Apakah itu berarti para politikus ingin tetap ada di sana untuk selamanya? Mengapa mereka juga ingin keluar? Jadi sama halnya, di sini di dunia material hanyalah vicitra, varietas. Kita menamai, "ini kelas satu. ini kelas dua. ini kelas tiga." Itu hanya varietas. Sebenarnya, itu semua adalah kelas tiga. Tidak ada kelas satu, kelas dua. Gunair vicitrah. Sama halnya dengan anda menyukai beberapa warna. Seseorang suka warna merah, seseorang suka warna biru, terkadang warna kuning. Tapi biar bagaimana pun, itu hanyalah warna, anda menyukai ini atau itu. Sama halnya, sattva guna adalah warna kuning, dan tamo-guna adalah warna biru, dan rajo-guna adalah warna merah. Jadi anda mungkin menyukai warna ini atau warna itu --- biar bagaimana pun, itu tetaplah warna material.

Jadi anda harus menjadi terbebas dari semua warna kehidupan dari eksistensi material dan anda menjadi murni. Tapi bagaimana anda dapat menjadi murni? Itu juga diberikan dalam Bhagavad... Sa gunan samatityaitan brahma-bhuyaya kalpate. Gunan. Di sini dikatakan, gunair vicitrah: "Dengan campuran warna-warni dari sifat-sifat alam material ini, ada begitu banyak varietas, varietas sifat alam." Tetapi jika anda ingin keluar dari kehidupan material yang warna warni ini dan menginsafi diri anda, aham brahmasmi, "Aku adalah Brahman, dan Aku memiliki kualitas yang sama dengan Tuhan," maka anda harus melibatkan diri anda dalam pelayanan bhakti.

mam ca yo 'vyabhicarena
bhakti-yogena sevate
sa gunan samatityaitan
brahma-bhuyaya kalpate

brahma-bhutah prasannatma
na socati na kanksati
samah sarvesu bhutesu
mad-bhaktim labhate param

Jadi cobalah untuk berada pada tataran sattva-guna. Tepatnya sattva-guna--brahma-bhuta, transendental (melampaui paham material), tataran spiritual. Datanglah pada brahma-bhuta ini; maka hidup anda akan sukses. Dan jika anda ingin menjalani kehidupan yang warna warni ini--terkadang Brahma, terkadang anjing, terkadang kucing, terkadang manusia, terkadang raja, terkadang cacing tinja--dengan cara demikian, jika anda menyukai hidup yang warna warni ini... Kehidupan yang warna warni terjadi disebabkan sifat-sifat alam material. Sebagaimana kita tercemari kehidupan warna warni yang berbeda, kita mendapatkan badan ini. Jadi supaya bisa... Filsafat Buddha memberikan hanya sedikit petunjuk, nirvana: "Anda hanya menyelesaikan kehidupan warna-warni ini." Tapi tidak memberikan pencerahan lebih lanjut. Sederhananya hanya memberikan petunjuk bahwa "Anda selesai, nirvana". Nirvana berarti "Selesaikan kehidupan warna-warni ini. Jadilah kosong." Beliau berkata kosong, sunyavadi. Namun nyatanya, kita tidak bisa menjadi kosong. Karena kita adalah abadi, bagaimana kita bisa jadi kosong? Kita mesti memasuki kehidupan warna warni lainnya. Itulah kehidupan spiritual. Itulah kehidupan spiritual. Hanya jika anda menjadi kosong, bukan demikian... Itu sedikit lebih baik, bahwa anda memahami bahwa kehidupan warna warni dari eksistensi material ini tidaklah baik. Tapi apa keterlibatan positif Anda? Kecuali Anda terlibat secara positif dalam kehidupan warna-warni superior lainnya, Anda tidak dapat melepaskan kehidupan berwarna dasar ini.

Dan bahwa keterlibatan dalam kehidupan yang penuh warna superior itu adalah kehidupan pelayanan bhakti. Hanya melihat yang superior. Bhagavan berkata dalam Bhagavad-gita, susukham kartum avyayam. Susukam. Su berarti sangat bagus, dan sukham berarti bahagia. Pelayanan bhakti sangat bagus dan menyenangkan. Anda melihat pelayanan bhakti ini. Anda selalu terlibat..., anda selalu terlibat dalam pemujaan Arca, membawa pakaian bagus. Daripada mendandani diri anda dengan pakaian bagus, pakaikan Krsna pakaian yang bagus. Lalu keinginan anda untuk berpakaian bagus akan hilang. Param drstva nivartate. Bhakta puas ketika Krsna berpakaian sangat bagus. Dia tidak peduli dengan bajunya sendiri. Karena itu kehidupan yang penuh warna ini semakin berkurang. Di sini kita mencoba untuk berpakaian dengan sangat bagus, agar menarik dilihat oleh orang lain. Tapi saat seseorang menjadi Vaisnava, dia tidak lagi tertarik dengan kehidupan warna warni ini. Tetapi dia tertarik dalam kehidupan warna warni Krsna. Dia tertarik, param drstva nivartate. Dia puas. Sri-vigraharadhana-nitya-nana-srngara-tan-mandira-marjanadau. Ketika dia, para penyembah, melihat Krsna berpakaian dengan sangat bagus, Krsna dihias garland dengan sangat bagus, dengan perhiasan, sri-vigraharadhana-nitya-nana, setiap hari berubah, dan kuil sangat bersih, dan Krsna diberikan persembahan, catur-vidha-sri-bhagavat-prasada, carvya, cosya, lehya, peya bermacam-macam prasadam, hidupnya menjadi bahagia dengan cara demikian, bukan dengan menikmatinya, tapi mempersembahkannya kepada Krsna. Inilah kehidupan warna-warni yang lain.

Jadi jika anda mengganti kehidupan warna warni dari eksistensi material ini dan jika anda mengambil kehidupan warna-warni... Jika anda hanya menjadi kosong, maka itu tidak akan menghasilkan apapun, karena kita tidak bisa menjadi kosong. Itu tidaklah mungkin. Orang mengatakan bahwa Anda menjadi tanpa hasrat. Itu tidak mungkin. Bagaimana mungkin kita dapat menjadi tanpa hasrat keinginan? Itulah hidup, untuk berhasrat. Hasrat itu harus disucikan. Itulah yang diinginkan. Itu berarti dimurnikan meskipun ... Alih-alih menginginkan pakaian yang sangat bagus untuk diri sendiri, ketika anda menginginkan pakaian yang bagus untuk Krsna, ini dimurnikan. Ini dimurnikan. Alih-alih menginginkan makan hidangan lezat yang sangat enak untuk diri sendiri, jika Anda mempersembahkan masakan enak kepada Krsna, maka Anda menjadi tanpa keinginan. Inilah tanpa keiinginan.

Jadi Anda tidak akan kekurangan prasada. Apa pun yang Anda tawarkan kepada Krsna, Krsna sangat baik, Beliau akan makan, dan Beliau akan meninggalkannya lagi, masih tetap sama, sangat enak. Dan anda akan memakannya, dan anda menjadi tersucikan. Krsna tidak lapar, itu karena Anda akan memberi Beliau hidangan yang sangat enak, Beliau akan memakan semuanya.

Beliau puas dalam diri-Nya sendiri. Beliau sedang ditawari hidangan yang lezat oleh ribuan dewi keberuntungan, termasuk Radharani, dan karena itu Beliau tidak membutuhkan makanan yang disiapkan dengan baik. Tetapi Beliau sangat baik sehingga Beliau datang untuk menerimanya hanya untuk membebaskan Anda. Terima seperti itu. Itu adalah kesadaran Krsna.

Terima kasih banyak. (akhir)

His Divine Grace A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada

---

Diterjemahkan dari sumber (https://krishna.org/the-material-world-is-a-prison-we-should-try-to-escape/ - 5 Juli 2018 ) dengan segala kekurangan penerjemah.

574
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.