Anda di sini

Ilmu Umum

Fakta Dibalik Anak-Anak Yang Gemar Bermain Social Network

Aditya Suranata - 03 November 2015 22:20:34 0

Kebanyakan game-game yang terdapat di social network seperti facebook adalah bersifat adiktif, yang tentu saja membuat pemainnya bisa betah berlama-lama didepan layar komputer, dan tidak hanya itu, dengan kehadiran smartphone yang juga mempunyai kemampuan setara sebuah personal komputer saat ini, juga menjadi salah satu penyebab anak-anak kecanduan social network. Sehingga tak jarang ada pemandangan anak-anak dengan smartphone yang selalu menempel ditangan mereka, seolah jari-jari meraka tak kenal lelah berkutat dengan tombol-tombol yang ada di ponselnya, semakin terlihat seperti anak autis yang sedang asik sendiri dan tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya. Ya, social network tidak hanya memberi keuntungan bagi penggunanya yang memberikan kemudahan untuk berkomunikasi secara virtual, tetapi juga membawa dampak buruk bagi perkembangan psikologi penggunanya, khususnya anak-anak.

Dampak adiktif pada anak akibat social network pada tingakat yang parah akan membawa perubahan yang sangat mencolok, mereka akan cenderung menutup diri dari lingkungan mereka dan cenderung menggunakan social network sebagai media untuk mengungkapkan emosi/perasaan mereka, dibandingkan dengan bicara dengan orang tuanya mengenai apa yang meraka alami dan rasakan. Sehingga tak jarang, anak-anak yang mempunyai tingkat kecanduan yang tinggi akan dengan bebasnya memposting luapan emosinya di dunia maya, caci maki dan perkataan kasar lainya akan mereka lontarkan tanpa berfikir panjang, yang secara tidak sadar mereka telah berkata kasar diruang publik yang tentu saja bisa dilihat semua orang yang terkoneksi denganya. Selain itu, proses pertemuan dengan orang lain pada social network juga bebas tanpa filter, hal ini juga membawa dampak buruk bagi anak-anak. Mereka tidak mempunyai proteksi yang kuat yang akan melindungi mereka dari pengguna yang berprilaku negatif di dunia maya, seperti memposting konten berunsur sara, pornografi dan kekerasan.

Dengan demikian, peran orang tua kembali menjadi andil penting dalam mengatasi fenomena ini. Orant tua dituntut untuk bisa mengontrol kehidupan anak mereka baik di dunia nyata di kehidupan sehari-hari dan kehidupan virtual anak-anak mereka. Seperti mencoba mengajak bicara, dan menanyakan bagaimana hari yang mereka lalui hari ini dan sebagainya. Komunikasi yang rutin walaupun hanya komunikasi ringan dan melakukan sesuatu bersama-sama seperti bermain permainan tradisional sangat dibutuhkan untuk menjaga agar mereka anak-anak tidak terlalu asik dengan hal-hal seperti penggunaan social network. Selain itu, orang tua juga sebaiknya melakukan pemantauan secara berkala terhadap aktifitas anak-anak mereka didunia maya, mencari tahu teman-teman mereka didunia maya, aktifitas yang biasa mereka lakukan dan hal apa saja yang mereka akses selama mereka berselancar. Karena, anak-anak merupakan sasaran yang sangat mudah yang diburu oleh para mafia kejahatan didunia maya. Jangan sampai anak - anak menjadi korban, karena ketika anak-anak berada dikamarnya belum tentu mereka aman jika disana juga terdapat jendela menuju dunia maya.

916
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.