Anda di sini

Filsafat Hidup

Hukum Alam - Karma

Aditya Suranata - 14 Oktober 2016 00:10:40 0

Hukum Alam

Apakah Reinkarnasi Itu?

Sang roh atau sang jiwa bersifat abadi namun badan material bersifat sementara. Maka dari itu ketika badan telah layu (mati), sang roh harus melanjutkan keberadaannya di dalam tubuh lain.

Jika seseorang melakukan kegiatan berdosa seperti membunuh, dan segera setelah dia mati bunuh diri, bagaimana bisa dia dihukum kalau dia tidak dilahirkan kembali? Jika seorang pendosa dikirim ke neraka selamanya, lalu bagaimana bisa Tuhan disebut yang maha pemberi kecuali sebaliknya, si pendosa itu diberikan kesempatan yang lain?

Reinkarnasi itu seperti halnya pergantian usia. Setelah kamu mendapatkan badan seorang bayi maka seiring waktu kamu akan mendapatkan badan dewasa. Tubuh bayi itu menghilang tapi kamu masih tetap ada. Inilah konsep dasar reinkarnasi, bagaimana tubuh yang tidak kekal itu berganti seiring dengan perjalanan sang roh mengembara di dunia material ini.

Sama halnya seperti kamu mengganti tubuh mu dalam kehidupan saat ini, reinkarnasi juga sama, kamu juga mengganti tubuh mu setelah kehidupan ini. Apakah ini sulit diterima?

Reinkarnasi berarti proses perpindahan sang roh dari satu badan ke badan selanjutnya. Hidup di dunia material itu benar-benar hanya tentang kelahiran, kematian dan kelahiran lagi. Diri kita yang sesungguhnya tidak pernah mati, karena kita yaitu sang roh bersifat kekal; kita hanya mengganti bentuk fisik kita saja. Di dunia material ini terdapat 8.4 juta bentuk badan; dan kita telah melewati mereka semua. Menjadi Manusia adalah bentuk tertinggi dari kehidupan di planet ini.

Jadi.. mengapa kita terus terlahir ke kehidupan ini? Kita dilahirkan kembali adalah untuk menikmati buah Karma kita. Kita menanam Karma kita selama kehidupan kita dan kita harus kembali untuk menghadapi semua reaksi dari apa yang telah kita perbuat.

Jadi kamu masih tidak percaya dengan adanya reinkarnasi?

Baiklah, jika kamu tidak percaya dengan adanya reinkarnasi, maka itu berarti kamu mempercayai bahwa kita hanya lahir sekali, benarkan? Jika kita hanya lahir sekali saja, maka sudah tentu setiap orang akan terlahir sama. Dengan kepercayaan yang kita anut kepada Tuhan, kita tentu meyakini bahwa Tuhan itu maha adil, dan maka dari itu sudah tentu kalau setiap orang harusnya terlahir sama jika kesempatan untuk hidup itu hanya diberikan sekali saja. Namun demikian, apakah semua orang terlahir sama?

  • Mengapa beberapa terlahir sehat dan beberapa sakit?
  • Mengapa beberapa terlahir lebih beruntung daripada yang lain?
  • Mengapa beberapa terlahir ganteng dan cantik namun yang lain jelek?
  • Mengapa beberapa anak-anak menderita dari lahir dan meninggal pada usia yang sangat muda?
  • Mengapa beberapa terlahir miskin dan beberapa kaya?

Sekarang kamu tentunya menerima kalau semua orang tidak terlahir sama. Jadi bagaimana cara Tuhan memutuskan masalah diatas untuk kita? Baik... keputusan yang diambil oleh Tuhan adalah berdasarkan pada riwayat kita, dikehidupan sebelumnya. Tuhan itu maha adil, Tuhan tidak membuat kita merasa senang tanpa suatu alasan, dan Tuhan juga tidak membuat kita menderita tanpa alasan. Berdasarkan pada aksi-aksi Karma kita, beberapa orang berbahagia karena mereka memiliki Karma baik dan sekarang menerima reaksi-reaksi baik dari aksi-aksi baik mereka yang mereka lakukan di masa lampau. Beberapa orang menderita karena mereka memiliki Karma buruk dan sekarang menghadapi reaksi-reaksi buruk karena aksi-aksi buruk yang mereka lakukan di masa lampau.

Seseorang terlahir lagi dan lagi untuk menikmati buah-buah aksi yang mereka lakukan sendiri. Perputaran dari kelahiran dan kematian ini berlanjut terus menerus hingga orang tersebut mencapai moksha atau pembebasan dari perputaran kelahiran dan kematian. Moksha hanya dapat dicapai melalui kesadaran Krsna.

Sanatana Dharma adalah satu-satunya agama, yang mengajarkan teori-teori mengenai reinkarnasi dan Karma. Terdapat bukti ilmiah untuk membuktikan teori-teori reinkarnasi dan Karma.

"Pada masa lampau tidak pernah ada suatu saat pun Aku, Engkau maupun semua Raja ini tidak ada; dan pada masa yang akan datang tidak satupun di antara kita semua akan lenyap. Seperti halnya sang roh terkurung di dalam badan ini, dari masa kanak-kanak sampai masa remaja sampai usia tua, begitu pula juga sang roh masuk ke dalam badan lain pada waktu meninggal. Orang yang tenang tidak bingung karena penggantian itu." Sri Krsna (BG. 2.12-13)

"Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dan membuka pakaian lama, begitu pula sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tidak berguna." Sri Krsna (BG. 2.22)

"Bila seseorang minggal dalam sifat kebaikan, ia mencapai planet-planet murni yang lebih tinggi, tempat tinggal para resi yang mulia. Bila seseorang meninggal dalam sifat nafsu, Ia dilahirkan di tengah-tengah mereka yang sibuk dalam kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil. Bila seseorang meninggal dalam sifat kebodohan, Ia dilahirkan di kerajaan binatang." Sri Krsna (BG. 14.14-15)

Bukti Forensik dari Reinkarnasi

Apakah ada dasar ilmiah untuk reinkarnasi? Ilmuan forensik dari India, Raj Singh Chauhan mencoba untuk membuktikan reinkarnasi adalah nyata. Dia telah mempresentasikan penemuan-penemuannya pada National Conference of Forensic Scientists di India.

Chauhan bertemu dengan seorang anak berusia enam tahun bernama Taranjijt Singh yang mengatakan bahwa dirinya mengingat kehidupannya terdahulu. Menurut orang tuanya, dia telah berbicara mengenai hal ini semenjak dia berusia dua tahun dan sering kabur dari rumah. Si anak tahu dimana desa tempat dia tinggal di kehidupan sebelumnya, begitu pula dengan nama dirinya dan ayahnya. Dia juga tahu nama dari sekolah tempat dia pernah belajar. Pada tanggal 10 September 1992, dia sedang mengendarai sepedanya untuk pulang kerumah ketika dia ditabrak oleh sebuah motor scooter. Dia mengalami luka di kepala dan meninggal keesokan harinya.

Ayahnya yang sekarang, Ranjit Singh, berbicara sebagaimana si anak menjadi lebih dan terus bersikukuh, hingga dia dan istrinya pergi ke desa dimana si anak mengklaim tempat dia tinggal dimasa lalu. Pertamanya, mereka tidak dapat menemukan seorangpun yang menyerupai deskripsi-deskripsi dari orang tua terdahulunya. Lalu seseorang memberitahunya untuk pergi ke desa lainnya yang terdekat, dimana mereka bertemu seorang guru di sekolah lokal disana yang mengkonfirmasi cerita dari kecalaan sepeda motor itu. Mereka akhirnya menemukan dimana tempat tinggal si anak dan pergi kesana untuk bertemu dengan orang tuanya.

Ketika mereka memberitahu keluarga itu mengenai cerita mereka, Ranjit Singh menyebutkan bahwa anaknya mengklaim bahwa buku yang sedang ia bawa ketika kecelakaan itu terjadi berisi percikan darah. Dia juga menjelaskan berapa banyak uang yang ia punya di dompetnya. Ketika si ibu mendengar ini, dia mulai menangis dan berkata dia telah menyimpan buku yang berisi bercak darah dan jumlah uang dari anaknya yang telah meninggal ia ingat. Orang tua Taranjit Singh dan saudara kandung dari kehidupannya yang lampau segera datang ke rumahnya yang sekarang untuk bertemu dengannya. Si anak mengenali foto pernikahan dari orang tua terdahulu yang ditunjukan kepadanya.

Pertama kali mengetahui berita itu, Vikram Chauhan menolak untuk mempercayai cerita ini namun ia akhirnya menjadi penasaran dan memutuskan untuk melakukan investigasi. Dia mengunjungi kedua desa dan menemui si anak dan kedua pasangan orang tuanya untuk mengulangi cerita yang sama. Dia bicara kepada penjaga toko yang memberitahunya bahwa si anak telah berutang uang yang ada di dompetnya ketika dia tertabrak, dan tentunya membawa uang itu kepadanya untuk membayar sebuah buku catatan yang dia utangi.

Chauhan mengambil sampel tulisan tangan kedua anak itu dan membandingkannya. Dia menemukan mereka identik. Ini adalah prinsip dasar ilmu forensik bahwa tidak ada dua gaya tulis tangan yang bisa identik, karena setiap gaya tulis orang memiliki karakteristik khusus. Para ahli biasanya dapat mengenali tulisan tangan yang dipalsukan dengan ahli. Gaya tulisan tangan seseorang didikte oleh trait kepribadian individual. Teori Chauhan adalah bahwa jika sang roh dipindahkan dari satu orang ke yang lain, maka pikiran -- dan maka dari itu gaya tulis -- akan tetap sama. Beberapa ahli forensik lainnya juga menganalisis sampel tulisan tangannya dan setuju bahwa mereka adalah indentik.

"Saya punya beberapa dasar ilmiah untuk mengklaim bahwa kelahiran kembali itu mungkin", kata Chauhan, "tapi saya berencana untuk melakukan riset lebih jauh lagi mengenai subjek ini dan saya memantau secara dekat perkembangan si anak ini." Orang tua Singh yang sebelumnya menginginkan dia untuk tinggal kembali dengan mereka, namun keluarganya yang sekarang masih mengklaim dirinya, bahkan meskipun mereka miskin. Chauhan mengatakan, "Dalam kelahirannya yang sekarang, Taranjit tidak pernah bersekolah karena dia dari keluarga yang miskin, tapi saat itu ketika saya menyuruhnya untuk menulis dalam Bahasa Inggris dan alfabet Punjabi, dia menuliskannya dengan benar."

Ini hanya satu dari ribuan kasus-kasus mengenai reinkarnasi.

Mengapa hidup itu naik dan turun?

Suatu hari kita benar-benar senang, hari berikutnya kita benar-benar sedih. Mengapa? Mengapa kita tidak senang selalu atau sedih selalu?

Jawabannya adalah "Karena Hukum Karma".

Ketika kita senang, kita sedang menikmati hasil dari aksi baik kita, yang telah kita lakukan di masa lampau. Ketika kita menderita, kita sedang dihukum untuk aksi buruk, yang juga telah kita lakukan di masa lampau. Hal itu benar-benar masuk akal. Kamu mendapatkan apa yang layak untuk kamu dapatkan. Tidak ada seorangpun yang selalu senang atau sedih sepanjang waktu, karena setiap orang melakukan beberapa aksi baik dan beberapa aksi buruk setiap harinya, hasil dari aksi-aksi buruk dan baik kita akan menjadi kesenangan dan penderitaan dimasa depan yang mana akan setara dengan aksi kita sekarang. Maka dari itulah hidup penuh dengan naik turun.

Kematian Selalu Mengintai

"Orang yang sudah dilahirkan pasti akan meninggal, dan sesudah kematian, seseorang pasti akan dilahirkan lagi. Karena itu, dalam melaksanakan tugas kewajibanmu yang tidak dapat dihindari, hendaknya engkau jangan menyesal." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 2.27)

Namun untuk beberapa alasan, kamu tidak bersedia untuk menerima fakta ini?

Kita mungkin berpikir bahwa kematian akan datang pada yang lain, dan kita entah bagaimana akan tetap hidup selamanya. Kita akan mendengar tentang kematian yang dialami orang lain, tapi tidak pernah terlintas di pikiran kita bahwa bisa saja selanjutnya adalah giliran kita. Situasi semacam itu yang seluruhnya sama persis juga terjadi di rumah penyembelihan hewan atau rumah penjegalan, dimana seekor binatang sedang disembelih sementara yang lain sibuk mengunyah rumput, dan tidak menyadari bahwa mungkin saja selanjutnya adalah gilirannya. Inilah yang disebut dengan kebodohan.

"Dari planet tertinggi di dunia material sampai dengan planet yang paling rendah, semuanya tempat-tempat kesengsaraan, tempat kelahiran dan kematian dialami berulang kali. Tetapi orang yang mencapai tempat tinggal-Ku tidak akan pernah dilahirkan lagi, wahai putera Kunti" (Sri Krsna, Bhagavad-gita 8.16)

Kehidupan material dipenuhi dengan malapetaka. Seseorang yang kurang cerdas mencoba untuk menyesuaikan malapetaka itu, sebagaimana dia tidak memiliki informasi mengenai tempat tinggal Tuhan, yang mana dipenuhi dengan kebahagiaan dan bebas dari malapetaka. Orang cerdas mencoba untuk menyerahkan ikatan pada dunia material ini.

Kita mungkin berpikir bahwa kehidupan kita adalah sangat nyaman ketika kita sudah memiliki banyak uang, rumah yang mewah, mobil mewah, pasangan yang rupawan, dll... Namun apakah nilai dari apa yang orang sebut sebagai surga dunia ini, jika suatu saat kita akan kehilangan semuanya dan akan disembelih oleh alam? Apa yang harus kita katakan untuk kehidupan kita selanjutnya, yang mana mungkin saja akan terjadi di kingdom binatang?

Para binatang di rumah penjegalan itu hidup dengan sangat nyaman, tapi mereka hanya menunggu untuk digorok hingga mati. Hal yang sama terjadi pada kita juga.

Para binatang tidak bisa kabur dari angkaramurka si penjegal, dan kita tidak dapat menghindar dari keangkaramurkaan alam. Namun kita masih memiliki pilihan untuk memilih mengikuti keseluruhan drama dari kehidupan material (kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian) lagi, lagi, dan lagi, atau menjadi bebas dari kehidupan material (tidak ada kematian, tidak ada masalah rumah tangga, tidak ada pungutan, tidak ada penyakit, tidak ada kemiskinan, tidak ada perang dan konflik, tidak ada terorisme, tidak ada kegelisahan dan seterusnya).

Roh-roh yang ada pada tumbuh-tumbuhan dan para binatang sedang berada pada putaran tetap dari transmigrasi dari satu badan ke badan selanjutnya dalam kingdom tumbuhan dan binatang. Mereka mesti mengembara melalui 8 juta kelahiran sebelum mereka mendapatkan kelahiran sebagai manusia.

Para manusia telah melewati 8 juta kelahiran dalam kingdom tumbuhan dan binatang. Tapi jika seorang manusia menyalahgunakan atau gagal dalam menggunakan kesadaran yang lebih tinggi ini, maka dirinya (sang roh) akan sekali lagi merosot turun ke 8 juta kelahiran dalam kingdom tumbuhan dan binatang. Hanya orang tolol yang akan menyianyiakan badan manusia yang langka ini.

Hanya dengan melibatkan diri dalam Bhakti Yoga (pelayanan cinta bhakti kepada Sri Krsna) para manusia dapat terbebas dari kehidupan material ini dan pergi ke kerajaan Tuhan, yang bernama Goloka Vrindavana, tempat tinggal Sri Krsna. Tempat dimana tidak ada lagi usia tua, tidak ada penyakit, tidak ada pungutan pajak, tidak ada perang dan konflik, tidak ada terorisme, tidak ada depresi.

Dimana kita akan berada dalam jangka waktu 50 tahun merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan sekarang, karena kita tidak selamanya berada disini.

Apakah ada kehidupan setelah kematian?

Apa yang akan terjadi pada saya setelah mati?

Agama-agama diluar Weda berkhotbah bahwa kamu hanya hidup sekali dan setelah kehidupan ini, kita menunggu di kuburan kita untuk hari penghakiman dan pada hari itu akan diputuskan apakah kita akan dikirim ke neraka atau ke surga selamanya. Ini berarti bahwa untuk para pendosa tidak ada kesempatan kedua, karena mereka akan tinggal di neraka selamanya. Mereka juga berkhotbah bahwa orang-orang yang tidak mengikuti agama mereka akan dikirim ke neraka selamanya.

Filosofi ini memunculkan beberapa pertanyaan serius:

  • Apa yang terjadi pada mereka yang meninggal dalam kebakaran? Apakah mereka pergi untuk selamanya karena kesalahan mereka sendiri?
  • Apa yang terjadi pada mereka yang dikremasi? Apakah mereka hilang untuk selamanya?
  • Jika kita hanya hidup sekali saja, maka mengapa setiap orang terlahir dalam kondisi yang berbeda? Beberapa terlahir kaya, beberapa miskin, beberapa sehat, beberapa sakit, beberapa mati di usia muda, beberapa hidup lebih lama, beberapa lebih menderita dari yang lain, dan seterusnya.
  • Di luar dari milyaran yang telah meninggal dan dikuburkan, telah ada yang bangkit (dibangkitkan) dari kubur mereka belum?
  • Kapankah para orang mati itu bangkit dari kuburnya (dibangkitkan)?

Kabar baiknya adalah bahwa ada sebuah agama, yang mana mengkhotbahkan bahwa Tuhan itu maha penyayang untuk semuanya dan maka dari itu tidak ada seorang pun, yang dikirim ke neraka selamanya. Semua orang tidak hanya mendapatkan satu kali kesempatan tetapi tak terhingga.

Berdasarkan pada kitab-kita suci Weda, yang merupakan ilmu transkendental yang tertua yang diketahui oleh umat manusia. Memang diakui terdapat tempat yang bernama neraka, surga, dan banyak lagi tatanan planet material yang lebih tinggi dan lebih rendah... dan diluar alam material terdapat alam spiritual, di alam spiritual ini tatanan alam tertinggi bernama Vaikuntha. Neraka dan surga itu masih ada dalam cakupan alam material dan maka dari itu mereka bersifat temporer, akan tetapi alam spiritual bersifat abadi.

Apa yang terjadi dengan para pendosa?

Setelah kehidupan ini usai, para pendosa akan mendapatkan kelahiran di salah satu planet-planet neraka dan setelah penghukuman mereka usai mereka akan kembali kesini atau planet-planet menengah yang mirip bumi untuk mendapatkan badan yang sesuai (manusia atau binatang) dan set kondisi kehidupan tentunya (kaya, miskin, berpenyakit, sehat dll...).

Apa yang terjadi dengan para orang baik?

Setelah kehidupan ini usai, mereka para orang baik akan mendapatkan kelahiran di salah satu planet-planet surga dan ketika kredit kebaikan mereka habis, mereka akan kembali lagi ke sini atau planet-planet menengah lain yang mirip bumi dalam badan yang sesuai (manusia) dan set kondisi kehidupan tentunya (kaya, miskin, berpenyakit, sehat dll...).

Apa yang terjadi dengan para orang saleh dan tercerahkan?

Setelah kehidupan ini mereka yang sadar akan Tuhan akan mendapatkan kelahiran di alam spiritual, Vaikuntha, dan tidak akan pernah kembali ke dunia material ini kecuali mereka benar-benar menginginkannya. Disana tidak ada lagi yang namanya kematian, tidak ada penyakit, tidak ada kecemasan, tidak ada pungutan-pungutan, tidak ada pembunuhan (tidak ada daging), tidak ada seks, tidak ada spekulasi, dan tidak ada mabuk-mabukan di alam spiritual.

Kita Bukanlah Badan Ini

Ajaran utama dari Bhagavad-gita adalah bahwa kita bukanlah badan ini, tapi sang roh, yang mana bersifat eternal atau abadi.

"Tidak ada kelahiran maupun kematian bagi sang roh pada saat manapun. Dia tidak diciptakan pada masa lampau, Ia tidak diciptakan pada masa sekarang, dan dia tidak akan diciptakan pada masa yang akan datang. Dia tidak dilahirkan, berada untuk selamanya dan bersifat abadi. Dia tidak terbunuh apabila badan dibunuh" (Sri Krsna. Bhagavad-gita 2.20)

Mahluk hidup adalah para roh yang terkurung dalam badan material khusus. Karena material, badan secara alami bersifat temporer, dan pada titik tertentu harus merosot dan mati. Sang roh disisi lain adalah spiritual secara alami, yang mana tidak dapat dihancurkan. Kehidupan material bersifat sementara, penuh dengan kebodohan, dan penderitaan. Sang roh adalah abadi, penuh dengan pengetahuan dan kebahagiaan.

Apa yang naik pasti akan turun. Begitupula, semuanya yang memiliki awal juga akan memiliki akhir. Maka dari itu badan ini, yang mana memiliki awal, dengan pasti akan memiliki akhir, namun sang roh, yang mana tidak memiliki awal, akan terus ada setelah badan ini terbunuh.

"Orang yang sudah dilahirkan pasti akan meninggal, dan sesudah kematian, seseorang pasti akan dilahirkan lagi. Karena itu, dalam melaksanakan tugas kewajibanmu yang tidak dapat dihindari, hendaknya engkau jangan menyesal." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 2.27)

Sri Krsna menjelaskan kematian dalam Bhagavad-gita sebagai suatu hal yang tak lebih dari pergantian pakaian:

"Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dan membuka pakaian lama, begitu pula sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tidak berguna" (Sri Krsna, Bhagavad-gita 2.22)

Badan ini bukan apa-apa melainkan sebuah kendaraan, dan sang roh adalah penumpangnya. Ketika kendaraan ini tidak lagi cocok untuk sang roh, karena usia tua dan pembusukan, sang roh diberikan kendaraan baru. Maka dari itu kematian hanyalah transmigrasi dari satu kendaraan ke kendaraan selanjutnya.

"Seperti halnya sang roh terkurung di dalam badan terus menerus mengalami perpindahan, di dalam badan ini, dari masa kanak-kanan sampai masa remaja sampai usia tua, begitu juga sang roh masuk ke dalam badan lain pada waktu meninggal. Orang yang tenang tidak bingung karena penggantian itu." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 2.13)

Apa yang menentukan badan selanjutnya yang akan seseorang dapatkan setelah badan ini?

Sri Krsna menjawab pertanyaan ini sebagai berikut:

"Keadaan hidup manapun yang diingat seseorang pada saat ia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah yang akan dicapainya, wahai putera Kunti." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 8.6)

Berdasarkan pada kondisi kesadaran kita pada waktu meninggallah yang menentukan badan apa yang cocok untuk kita. Apa yang kita ingat pada saat kita meninggal bukan hanya soal pemikiran sesaat yang terjadi. Apa yang telah kita lakukan sepanjang hidup kita akan secara alami terputar kembali dalam pikiran kita ketika kita meninggalkan tubuh. Sepersekian detik sebelum kematian, ingatan seluruh hidup kita ter-flashback. Satu kejadian tertentu akan sangat menarik kita, dan kita akan fokus pada peristiwa itu. Berdasarkan pada keinginan itulah badan kita selanjutnya akan ditentukan, terkadang bisa saja lebih tinggi, dan bisa saja lebih rendah.

Jika pikiran kita terfokus pada suatu aktifitas, yang mana berada dalam sifat kebodohan, kita akan menerima badan baru diantara jenis kehidupan yang lebih rendah -- sebagai tumbuhan, seekor ikan, pohon, atau seekor binatang.

Jika pikiran kita terfokus pada suatu aktifitas, yang mana masuk dalam sifat kenafsuan, kita akan diberikan tubuh dalam kategori kehidupan manusia.

Jika pikiran kita terfokus pada suatu aktifitas, yang mana lebih masuk ke sifat kebaikan, kita akan mendapatkan badan di salah satu planet-planet material yang lebih tinggi -- Brahmaloka, Indraloka atau yang banyak orang sebut sebagai surga, dan lainnya.

Pada saat kematian pikiran kita akan fokus pada aktifitas yang berdasarkan pada bagaimana kita menjalani seluruh kehidupan kita. Tidaklah mungkin untuk secara tiba-tiba membuat kesadaran kita murni pada waktu meninggal jika kita menghabiskan seluruh hidup kita dalam kegiatan yang penuh dosa.

Sri Krsna menjelaskan bahwa seluruh alam material ini adalah temporer dan penuh dengan penderitaan. Tidak penting badan apa yang dimiliki seseorang, dua kualitas itu ada disana (temporer dan penuh derita). Namun terdapat sebuah alternatif, sebuah solusi untuk siklus yang tampak tak berujung ini. Sri Krsna bersabda:

"Siapapun yang meninggalkan badannya pada saat ajalnya sambil ingat kepada-Ku. Segera mencapai sifat-Ku. Kenyataan ini tidak dapat diragukan." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 8.5)

Jika kita mampu mengingat Sri Krsna pada waktu meninggal, kita akan terbebas dari penutup eksternal yang berupa badan material dan mencapai tempat tinggal Beliau yang abadi. Ini kedengarannya memang sangat sederhana, namun sekali lagi hal ini bukanlah hal yang mudah. Kematian adalah ujian utama yang kita semua harus hadapi. Kondisi kesadaran seperti apa yang akan kita alami pada saat itu? Bagi mereka yang terikat pada badan karena menganggap badan sebagai dirinya, maka kematian adalah kejadian yang paling sulit.

Bagi mereka yang sadar akan jati diri mereka yang sebenarnya, maka situasinya benar-benar berbeda. Dia paham dirinya bukanlah badan. Dia tahu badan hanya kendaraan, sebuah mesin, dan maka dari itu dia tidak punya ikatan apapun pada badan luarnya. Dan karena kesadarannya selalu mantap kepada Tuhan, maka tujuannya adalah seutuhnya untuk terbebas dari putaran kelahiran dan kematian.

"Sesudah mencapai kepada-Ku, roh-roh yang mulai, yogi-yogi dalam bhakti, tidak pernah kembali ke dunia fana yang penuh kesengsaraan, sebab mereka sudah mencapai kesempurnaan tertinggi." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 8.15)

"Tempat tinggal-Ku yang paling utama itu tidak diterangi oleh matahari, bulam, api maupun listrik. Orang yang mencapai tempat tinggal itu tidak pernah kembali lagi ke dunia material ini." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 15.6)

"Berpikirlah tentang-Ku senantiasa, menjadi penyembah-Ku, bersembahyang kepada-Ku dan bersujud kepada-Ku. Dengan demikian, pasti engkau akan datang kepada-Ku. Aku berjanji demikian kepadamu karena engkau kawan-Ku yang sangat Kucintai." (Sri Krsna, Bhagavad-gita 18.65)

Apakah Ada Bukti dari Reinkarnasi?

Terdapat bukti berlimpah untuk mendukung teori reinkarnasi. Jutaan manusia diseluruh dunia memiliki ingatan kehidupan sebelumnya. Terdapat banyak buku dan video dokumenter dengan bukti yang mendukung.

Deskripsi dari Kehidupan di Planet-planet Neraka

Apa sebenarnya neraka itu? Kitab-kitab suci Weda menjelaskan neraka sebagai planet-planet dimana para pendosa dibawa setelah kehidupan ini untuk dihukum.

Berikut adalah pernyataan dari Srimad Bhagavatam skanda 5.

Terdapat ribuan planet-planet neraka. Berikut adalah nama-nama dan detil dari kehidupan di beberapa planet neraka tersebut. Setiap planet ditujukan untuk menghukum para manusia berdasarkan pada dosa-dosa mereka.

Hukuman Apa yang Menunggu Para Pembunuh Binatang?

Di kehidupan ini, orang yang iri hati melakukan kejahatan terhadap banyak mahluk hidup. Setelah mati, orang seperti itu dibawa ke neraka oleh Yamaduta (malaikat maut yang diutus oleh Yamaraja). Dan mereka para mahluk hidup yang dibunuh olehnya muncul sebagai binatang-binatang bernama rurus untuk menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat padanya. Neraka ini dinamakan Raurava. Tidak secara umum terlihat di dunia ini, mahluk-mahluk bernama ruru tersebut lebih mengerikan daripada ular-ular berbisa.

Penghukuman di neraka yang bernama Maharaurava adalah wajib untuk orang yang memelihara badannya sendiri dengan cara menyakiti yang lain. Di neraka ini, binatang-binatang ruru yang diketahui sebagai kravyada menyiksanya, mencabik dan memakan dagingnya.

Untuk memelihara badannya dan untuk memuaskan lidahnya, orang-orang keji memasak binatang-binatang malang dan burung-burung secara hidup-hidup. Orang seperti itu dikutuk bahkan oleh pemakan manusia. Di kehidupan mereka selanjutnya mereka diantar oleh para Yamaduta ke neraka yang dikenal dengan nama Kumbhipaka, tempat dimana mereka akan dimasak dalam minyak mendidih.

Jika manusia membunuh atau menyiksa mahluk-mahluk yang remeh, Tuhan Yang Maha Agung menghukum orang itu dengan cara memasukannya ke neraka yang bernama Andhakupa, dimana dia akan diserang oleh semua burung dan hewan buas, reptil, nyamuk, kutu rambut, cacing, lalat, dan mahluk-mahluk lainnya yang disiksa selama hidupnya. Mereka menyerangnya dari segala sisi, membegalnya hingga ke alam mimpi. Tidak mampu beristirahat, dia selalu mengembara dalam kegelapan. Maka dari itu di Andhakupa penderitaanya hanya seperti itu, diganggu oleh mahluk-mahluk dari spesies yang lebih rendah.

Mereka yang memburu dan membunuh para binatang secara sewenang-wenang, dia ditempatkan setelah mati ke neraka yang bernama Pranarodha. Ada banyak asisten dari Hyang Yamaraja yang menjadikannya target dan menghunus setiap jengkal tubuhnya dengan panah.

Apa Hukuman Bagi Mereka yang Melakukan Hubungan Seks Diluar Pernikahan (Berzinah)?

Pria atau wanita yang terlibat dalam hubungan seks dengan pasangan yang tidak layak dihukum setelah mati oleh asisten Hyang Yamaraja di neraka yang bernama Taptasurmi. Disana orang-orang seperti itu dicambuk dengan pecut. Para pria dipaksa untuk memeluk bentuk wanita yang terbuat dari besi panas yang mengangah merah, dan para wanita dipaksa memeluk bentuk pria yang sama. Hukuman seperti ini juga berlaku untuk mereka yang melakukan seks terlarang.

Apa Hukuman Bagi Para Pencuri?

Seseorang yang dengan tidak seharusnya mencuri istri sah orang lain, anak-anak atau uang ditangkap pada waktu meninggal oleh para Yamaduta yang paling garang, yang akan mengikatnya dengan tali waktu dan dengan paksa melemparnya ke planet neraka bernama Tamisra. Di planet yang sangat gelap ini, orang yang berdosa dihajar oleh para Yamaduta, dengan cara dipukul habis-habisan dan dicaci-maki. Dia kelaparan, dan dia tidak diberikan air untuk diminum. Dengan demikian asisten murka dari Yamaraja menyebabkan penderitaan berat padanya, dan kadang-kadang ia pingsan dari siksa mereka.

Apa Hukuman yang Menunggu Mereka Para Orang Kikir dan Mereka yang Tidak Dermawan?

Seseorang dianggap tidak lebih baik dari seekor burung gagak jika setelah mendapatkan makanan, dia tidak membaginya kepada para tamu, orang tua dan anak-anak, tapi hanya memakannya sendiri, atau jika dia memakannya tanpa melakukan lima jenis korban suci. Setelah mati dia dibawa ke neraka yang paling mengerikan, yang diketahui bernama Krmibhojana. Di neraka itu terdapat sebuah danau yang luasnya 100.000 yojana [800.000 mil] dan dipenuhi dengan cacing. Dia menjadi salah satu dari cacing-cacing disana dan memberi makan cacing lainnya disana, yang juga memberinya makan. Kecuali dia menebus perbuatannya sebelum meninggal, orang seperti itu tetap berada di danau neraka dari Krmibhojana selama bertahun-tahun selama masih ada yojana dalam luas danau itu (yang berarti 800.000 tahun).

Hukuman Apa yang Menanti Mereka yang Gemar Berbohong?

Seseorang yang dalam kehidupan ini menjadi saksi palsu atau berbohong ketika melakukan bisnis atau memberi amal dihukum berat setelah kematian oleh agen Yamaraja. Orang berdosa seperti ini dibawa ke puncak gunung setinggi delapan ratus mil dan dilempar dengan posisi kepala dibawah ke neraka yang dikenal dengan nama Avicimat. Neraka ini tidak memiliki tempat tinggal dan terbuat dari batu yang kuat menyerupai gelombang air. Disana tidak ada air, namun, maka dari itu dinamakan Avicimat [tanpa air]. Meskipun si pendosa dilempar berulang-ulang dari puncak gunung dan tubuhnya hancur menjadi pecahan-pecahan kecil, dia tidak mati tapi terus-menerus menderita siksaan.

Hukuman Apa yang Menanti Mereka yang Tidak Ramah atau Tidak Punya Rasa Iba?

Penghuni rumah yang menerima tamu atau pengunjung dengan melirik kejam, bagaikan ingin membakar mereka menjadi abu, dimasukan ke neraka bernama Paryavartana, dimana ia ditentang oleh burung pemakan bangkai bermata tajam, bangau, burung gagak dan burung sejenis, yang tiba-tiba menukik dan mencabut matanya dengan kuat.

Apa itu Karma?

Apakah kamu punya jawaban dari perntanyaan-pertanyaan berikut?

  • Mengapa beberapa orang terlahir sehat dan beberapa dengan masalah kesehatan yang parah?
  • Mengapa beberapa orang lebih menderita dari yang lain?
  • Mengapa beberapa orang hidup dengan baik dan beberapa hidupnya mengenaskan?
  • Mengapa hidup penuh dengan naik dan turun? Satu hari kita senang, hari lainnya kita sedih
  • Mengapa beberapa orang meninggal karena penyakit seperti kanker dan beberapa secara alami?
  • Mengapa beberapa orang lahir lebih beruntung dari yang lain?
  • Mengapa ada perbedaan antara kehidupan setiap orang?
  • Mengapa beberapa anak menderita sejak lahir dan meninggal di usia yang sangat muda?

Sanatana Dharma adalah satu-satunya agama yang dapat menjawab semua pertanyaan diatas, dan dengan kepuasan yang lengkap.

Seorang wanita Kristen menemui seorang pengkhotbah Kristen dan bertanya kepadanya mengapa anaknya yang masih muda meninggal di usia muda. Sang pengkhotbah Kristen tidak dapat memberikannya sebuah jawaban. Dia menemukan jawaban hingga memuaskannya dalam Bhagavad-gita.

Jawaban-jawaban dari semua pertanyaan diatas adalah:

Hukum Karma

Untuk setiap aksi yang kamu lakukan akan ada reaksinya dimasa depan. Inilah hukum dari Karma.

Aktifitas apapun yang kita lakukan, baik atau buruk, membawa kita kepada reaksi baik atau buruk juga. Setiap aksi yang kamu lakukan, kamu akan menghadapi sebuah reaksi di masa depan, yang mana dapat terjadi dalam beberapa detik atau 20 tahun mendatang atau bahkan dalam inkarnasi mu selanjutnya. Jika kamu melakukan aksi baik, kamu akan menghadapi reaksi yang baik. Ini bisa berakibat seperti kesehatan yang baik, kekayaan atau kelahiran di planet-planet yang lebih tinggi (surga) dll. Jika kamu melakukan aksi buruk, kamu akan mendapatkan reaksi buruk juga di masa mendatang. Aksi buruk mungkin muncul dalam bentuk penyakit, kemiskinan atau kelahiran di salah satu planet-planet neraka dll.

Ketika kita menderita, kita menghadapi reaksi buruk dari aksi buruk kita di masa lalu.

Aksi kita termasuk semua hal yang kita lakukan, termasuk perbuatan fisik kita, kata-kata kita dan pikiran kita. Akan ada reaksi yang berkaitan dengan aksi kita itu.

Melakukan aksi yang baik membangun Karma baik untuk kita (kesenangan dan kebahagiaan di masa depan).

Melakukan aksi yang buruk membangun Karma buruk untuk kita (penyakit dan penderitaan di masa depan).

Aksi-aksi, yang mana menghasilkan Karma buruk: Memakan daging, kekejaman, kebodohan, kekerasan, tidak jujur, nafsu, amarah, keserakahan, keterikatan, keinginan-keinginan, perjudian, ego, dan alkohol.

Aksi-aksi, yang mana menghasilkan Karma baik: Vegetarianisme, anti-kekejaman, kemurahan hati, amal, pengendalian diri, kejujuran, kesederhanaan, pengampunan, religiusitas, dan kebersihan. Bebas dari keterikatan, keinginan dan ego.

Takdir mu ada di tangan mu sendiri. Kamulah yang memegang tanggungjawab dari semua aksimu.

Alasan mengapa beberapa orang menderita lebih dari yang lain adalah karena mereka lebih banyak dosa dari yang lain yang mereka telah lakukan dimasa lalu mereka dan maka dari itu mereka sekarang menghadapi reaksi-reaksi buruk dari aksi-aksi buruk yang telah mereka lakukan di masa lalu.

Alasan mengapa beberapa orang baik menderita seumur hidupnya adalah karena meskipun mereka sekarang baik, mereka masih menderita karena mereka sekarang menghadapi reaksi-reaksi buruk karena aksi-aksi buruk yang mereka lakukan di kehidupan mereka sebelumnya. Tapi karena mereka sekarang melakukan aksi-aksi baik mereka akan mendapatkan reaksi-reaksi baik (menjadi senang) di kehidupan mereka selanjutnya.

Alasan mengapa beberapa orang yang benar-benar bobrok menikmati kehidupan yang baik diluar kebobrokannya, adalah karena mereka sekarang menghadapi reaksi-reaksi baik karena aksi-aksi baik yang mereka lakukan dikehidupan sebelumnya. Namun, karena mereka melakukan aksi buruk sekarang (menjadi bobrok), mereka akan menghadapi reaksi buruknya di kehidupan mereka selanjutnya (menderita).

Tuhan tidak membuat seseorang bahagia tanpa alasan tidak juga Tuhan membuat seseorang menderita tanpa satu alasan pun. Karma adalah hukum yang sangat adil.

Jika seseorang melakukan aksi-aksi baik dalam hidupnya dan maka dari itu membangun Karma baik, dia akan terlahir dalam status hidup yang lebih baik dalam inkarnasi selanjutnya. Seorang pendosa yang menjalankan kehidupan tak bermoral mungkin terlahir sebagai orang melarat atau sebagai seekor binatang dalam inkarnasi selanjutnya. Seseorang terlahir lagi dan lagi untuk menikmati buah-buah dari aksi-aksinya sendiri. Perputaran kelahiran dan kematian ini berlangsung hingga orang tersebut mencapai moksha atau pembebasan dari perputaran kelahiran dan kematian. Moksha dapat dicapai melalui latihan kesadaran Krsna.

Karma dan Hukum Manusia dan Sistem Aturan

Mengapa kita memiliki polisi, hakim, pengadilan dan penjara? Kita punya sebuah sistem Hukum dan Aturan di setiap negara, yang mana menyebabkan kita memiliki tanggung jawab terhadap aksi-aksi kita. Jika kita melanggar Hukum yang ada, kita dintangkap, dibawa ke pengadilan dan Hakim memutuskan hukuman apa yang kita terima, yang mana akan setara dengan tindakan kriminal yang telah kita perbuat, kemudian kita dikirim ke penjara, dihukum atas kejahatan kita.

Tanpa adanya Hukum dan sistem Aturan yang kita miliki, tanpa polisi yang menjaga hukum, maka hidup ini akan menjadi neraka sepenuhnya. Orang-orang akan berkeliling membunuh, menjarah, mencuri, memperkosa dan merusak properti yang ada. Hanya karena orang-orang, tidak menanggung tanggungjawab untuk aksi yang mereka perbuat.

Tanpa adanya Hukum dan sistem Aturan maka tidak akan ada kedamaian dan keadilan di dunia.

Kita memiliki hukum Manusia dan Sistem Aturan di setiap negara dan warga-warga dari masing-masing negara memiliki tanggungjawab untuk aksi-aksi yang mereka lakukan; sehingga barang siapa yang melanggar hukum yang ada akan mendapatkan hukuman.

Sama halnya dengan kita memiliki Hukum Manusia dan Sistem Aturan. Tuhan juga memiliki Hukum dan Sistem Aturan, yang dinamakan dengan Hukum Karma. Kita memiliki tanggungjawab atas semua aksi-aksi yang kita lakukan. Perbedaan antara sistem manusia dan sistem Tuhan adalah:

  • Dengan Karma, kita bertanggungjawab penuh terhadap semua aksi-aksi kita, termasuk kata-kata dan pikiran-pikiran.
  • Dengan Karma, tidak ada celah untuk menghindar; kamu akan menghadapi reaksi-reaksi dari setiap aksi yang kamu lakukan dimasa mendatang, hal ini sudah dipastikan. Dengan sistem manusia,beberapa orang lolos dari hukuman pembunuhan dan kejahatan lainnya.
  • Dengan Karma, kita dihukum atas aksi-aksi buruk kita dan diberi penghargaan untuk aksi-aksi baik, dalam sistem manusia kita dihukum jika kedapatan melanggar hukum yang ada, tapi kita tidak diberi penghargaan untuk bertindak sesuai dengan hukum yang ada.

Jika kamu menerima bahwa kita tidak dapat hidup dengan damai dan tidak dapat diperlakukan dengan adil tanpa adanya sistem Hukum dan Aturan manusia, maka kamu harus menerima bahwa Tuhan juga memiliki sebuah Hukum dan sistem Aturan, yaitu Hukum Karma.

Sanatana Dharma adalah satu-satunya agama, yang mana mengajarkan Hukum Karma sebagaimana pengetahuan ini datang dari Tuhan untuk manusia.

Apa yang Benar dan Apa yang Salah?

  • Membunuh itu salah, sesama manusia atau para binatang. Maka dari itu tanpa memakan daging, tanpa telur, tanpa barang-barang seperti sofa, kursi mobil dan lainnya yang terbuat dari kulit binatang. Kulit binatang biasanya berasal dari para sapi.
  • Hubungan seks sebelum pernikahan adalah sangat salah, hubungan seks diluar pernikahan lebih salah lagi.
  • Melakukan hal yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, seperti mabuk-mabukan adalah salah. Maka dari itu tidak boleh ada obat-obatan, tanpa alkohol, dan tanpa rokok.
  • Berjudi adalah salah. Ini berarti tidak ada taruhan untuk kuda/ayam. Tidak ada permainan kartu/permainan lainnya untuk uang.
  • Berprilaku tidak hormat pada yang lain adalah salah. Setiap orang (terlepas dari agama, warna kulit, gemuk, kurus, rupawan, jelek, tua dll.) harus dihormati setinggi-tingginya. Yang lebih tua harus diberikan respek yang tertinggi.
  • Tidak memiliki rasa iba adalah salah. Seseorang harus selalu mempertimbangkan orang lain di setiap waktu. Selalu pertimbangkan kesejahteraan, kesehatan, dan keamanan orang lain sebelum diri sendiri.
  • Tidak suka berderma adalah salah. Seseorang harus memberikan seporsi dari semua pemasukan untuk disumbangkan ke tempat ibadah yang kompeten dan rakyat miskin secara teratur (kapan pun pemasukan diterima). Memberikan sumbangan kepada orang yang tidak layak atau tempat ibadah yang tidak kompeten adalah kesiasiaan semata.

Tempat-tempat ibadah yang kompeten adalah mereka yang memberikan ilmu pengetahuan (mengkhotbah) secara teratur dalam kurun waktu harian atau mingguan dan memiliki Brahmana (pemuka agama/orang suci) yang memiliki kualifikasi dan mendapatkan gelar orang suci bukan karena faktor keturunan. Bhagavad-gita secara gamblang menyatakan bahwa seseorang hanya dapat menjadi seorang Brahmana melalui kualifikasi dan bukan karena faktor keturunan.

Tempat-tempat ibadah yang tidak kompeten adalah mereka yang tidak memberikan pengetahuan (tidak ada khotbah) dan memilliki Brahmana-brahmana yang diangkat berdasarkan keturunan dan bukan karena kualifikasinya. (Referensi 'Courtesy of Bhagavad-Gita.ws').

Kualitas-kualitas Ilahi

  • Anti-kekejaman/welas asih
  • Kejujuran
  • Kesederhanaan
  • Kedermawanan
  • Pengendalian diri
  • Kecermatan
  • Kebersihan
  • Pengampunan

Kualitas-kualitas Iblis

  • Kekejaman
  • Kebohongan
  • Materialistis
  • Kebanggaan
  • Keangkuhan
  • Kesombongan
  • Kenafsuan
  • Kemarahan
  • Keserakahan
  • Kekerasan
  • Kebodohan
  • Ego

Referensi: iskconbirmingham.org/laws-of-nature - 15 Oktober 2016 01:03 GMT+8

2.961
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.