Anda di sini

Ilmu Umum

Jadilah Pemulai Percakapan yang Baik: Cara Mudah Bercakap dengan Orang Baru

Aditya Suranata - 20 Juli 2016 02:43:01 0

9 cara jitu untuk mendapatkan kawan baru

"Jangan bicara dengan orang asing!"

Untuk mereka yang sok ilmiah (dengan kecerdasan yang mengganggu) dengan umur sekitar tujuh tahunan mungkin membalas: "Apa, tidak pernah! Bagaimana jika nanti saja ketika aku berumur empat puluh tahun; di tempat pesta atau ketika sedang melakukan interview kerja?"

Saran, sama dengan hal pada umumnya, adalah bersifat relatif. Menjadi benar-benar tenang dalam percakapan dengan orang baru dalam latar sosial atau bisnis memiliki peran besar dalam meningkatkan mutu kehidupan, karena kamu juga akan merasakan lebih banyak kesenangan dan secara tidak langsung juga membuka lebih banyak peluang.

Tapi bagaimana jika harapan dari memulai percakapan membuat kaki mu merasa tak mampu berdiri, bahkan lebih lemah dari seekor ubur-ubur yang berada di atas panggung?

"Apa yang harus aku katakan? Aku tidak tahu topik apa yang bagus! Bagaimana jika dia marah pada ku? Bagaimana jika dia ilfil?"

Perasaan malu mungkin sering membawamu ke kondisi dan kebiasaan untuk selalu menunggu orang lain yang memulai percakapan. Tapi bagaimana jadinya jika mereka juga merasa malu? Haha, ayolah, mari kita ganti jadi lebih baik.

Apa yang menghentikan orang-orang untuk memulai sebuah percakapan?

Rasa takut, khususnya rasa takut yang sama sekali tidak diperlukan, akan menutup segala peluang yang ada. Jika kamu cenderung selalu ingin menunggu, higga orang lain yang memulai obrolan, maka kecenderungan itu akan terasa memberatkan diri mu sendiri untuk merubah kebiasaan itu.

Jadi apa yang ditakutkan oleh orang-orang? Hmm..., sering kali mereka takut mengatakan "hal yang salah", tapi apa artinya itu? Sebenarnya, apa yang kamu katakan bukanlah hal yang utama -- dalam sebuah alasan -- tapi yang lebih utama adalah, bagaimana sikap mu ketika kamu mengatakan hal itu. Sudah pasti, ketika kamu dengan percaya diri mengatakan kepada seseorang bahwa mata mereka sebulat kue donat tidak akan membuat pertemanan dengan segera, akan tetapi membuat sikap mu terkesan menyenangkan. Tapi faktanya masih tetap bahwa ketika kamu tenang dan percaya diri, kamu akan mengirimkan kenyamanan itu ke orang lain yang kamu ajak berkomunikasi. Itu berarti apapun yang kamu katakan akan terasa baik (dalam batasan yang bijak tentunya). Untuk membantu mu merasakan perasaan percaya diri dan tenang itu, cobalah untuk memulai percakapan dengan orang yang paling dekat dengan mu.

Jika kamu merasa takut untuk memulai percakapan dengan orang baru, ingatlah ide-ide berikut untuk melatih dan meningkatkan kemampuan mu untuk memulai percakapan, kepercayaan diri bahkan dengan orang yang paling saklek sekalipun.

1) Senyum dan seisi dunia akan senyum juga dengan mu

Sebelum mendekati korban mu -- maaf, maksudnya target - ehh, emm, lebih tepatnya orang yang akan kamu jadikan lawan bicara XD, janganlah melihat mereka dengan tegang bagaikan melihat sebuah kolam kecil dari papan loncat yang terletak di atas Burj Khalifa. Senyum dan santai. Kamu tidak akan melakukan "terjun bebas" atau membahayakan semua hal dalam hidup mu; disini kamu hanya perlu bersikap ramah.

Hasil riset memperlihatkan bahwa orang-orang akan cenderung ingin berbicara dengan mu jika kamu tersenyum. Meski demikian jangan tersenyum sinting pada semua orang seperti ratu pesta dansa yang berjalan lentik menuruni anak tangga, tapi senyum umum yang halus akan dengan segera membuat harapan untuk bicara dengan mu lebih menarik. Juga ketika mendengarkan orang lain berbicara, berikanlah mereka senyuman terbaik mu (kecuali mereka sedang curhat kisah perceraian menyedihkan yang baru saja mereka alami). Dan ingatlah....

2) Melakukan percakapan adalah pengalaman bersama

Orang yang khawatir dengan masalah klasik seperti tidak mengetahui apa yang harus dikatakan, sejujurnya mereka lupa bahwa ketika melakukan komunikasi dengan orang lain, kita harus menggunakan dua otak. Itu tidak lah lebih dari: "Apa yang akan aku katakan?" sebagai: "Apa yang akan kita katakan?"

Memulai percakapan tidak berarti membawa semuanya. Jika kamu menyulut kayu bakar dengan korek api, lalu ia akan terbakar. Tapi itu bukan kamu pribadi yang membakar kayunya. Kamu hanya memicu api itu dengan sebuah gesekan.

Jika aku mendekati seseorang secara sosial, Aku tidak berpikir apa yang akan aku bicarakan; Aku penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan.

Perkenalkan diri mu dan salami tangan mereka: "Hai, Saya Joko. Dan kamu... ?" Ingat, ketika kamu mendekati seseorang untuk ngobrol, itu bukan hanya kamu; itu termasuk kamu berdua, diri mu dan dirinya. Dan...

3) Perhatikan

Ada juga orang yang memiliki gaya militer yang secara sosial terasa menginterogasi. "Bagaimana bisnisnya? Apakah sudah menguntungkan? Dimana kamu tinggal sekarang? Apakah mahal? Siapa pacar kamu sekarang?, Kapan Indonesia merdeka?" yang terasa seperti menjawab soal ujian. Lakukanlan dengan halus, jangan terlalu menggali, memberi pertanyaan-pertanyaan menandakan bahwa kamu tertarik (dan orang merasa tertarik jika orang tertarik). Menanyakan seseorang hal-hal mengenai diri mereka sendiri memberikan mereka kesempatan untuk membantu menjalankan percakapan.

Mulailah dengan menanyakan mereka tentang diri mereka yang berkaitan dengan situasi. Dengan demikian, kamu akan memulai percakapan dengan mengajak mereka untuk bicara. "Jadi, kamu kenal Intan, dari tempat kerja...?" Lalu kamu bisa memberitahu mereka bagaimana kamu bisa kenal dengan Intan. Ini boleh saja sebagai beberapa pembuka, tapi percakapan dapat berhenti disana jika kamu tidak mengambil pelajaran dari tip selanjutnya.

4) Buka percakapan

Jika kita tidak menyalakan apinya dengan cara yang benar, ia mungkin tidak menyala - dan sama juga dengan percakapan. Tetap lanjutkan dengan menanyakan pertanyaan terbuka yang memerlukan lebih dari jawaban ya dan tidak. Sebagai contoh:

Kamu: "Jadi, kamu kenal dengan Intan?"
Orang asing: "Iya..."
Kamu: "Oh, begitu... wah baru tahu... ehm..." [dengan kaki yang gemetar, tenggorokan kering, bibir pecah-pecah menunduk sambil toel-toel layar HP]

Maunya ya, mereka akan menjawab lebih dari sekedar "iya"; tapi untuk memastikan begitu, tanyakan mereka sebuah pertanyaan yang membuka percakapan:

Kamu: "Intan yang pertama kali mengajak ku kesini; dan Aku benar-benar jatuh cinta dengan tempat ini, selain makanan, disini nyaman, tenang dan viewnya bagus sekali. Kalau kamu biasanya nongkrong dimana?"

Kecuali mereka benar-benar menutup percakapannya (yang mana jika itu terjadi; move on lah; kamu berhak dapat yang lebih baik), jika tidak, mereka akan memberi mu lebih banyak respon yang mendetil yang jauh melebihi iya dan tidak. Tapi ketika kamu berbicara...

5) Sesuaikan dan saring

Coba bayangkan kalau kamu menonton film Titanic, dengan adegan si Jack lagi main judi selama satu jam penuh, lalu kemudian adegan hiruk pikuk penumpang mau naik ke kapal selama setengah jam, sisanya dilanjutkan dengan acara dada-dada dan cup muah para penumpang dari atas kapal. Ngomong-ngomong ini adalah film sepanjang masa yang bagus sekali! Namun kita tidak memerlukan detil yang duniawi; yang kita inginkan adalah bagian yang enak ditonton saja, yang tidak membosankan. Contohnya, bagaimana si Jeck bisa bercakap dengan si Rose yang sudah frustasi mau bunuh diri, hingga membuatnya jatuh cinta, walau pada akhirnya takdir memisahkan mereka Sad

Menjadi pembicara yang hebat adalah sama halnya dengan mengeluarkan semua hal, sebanyak pengecualian sebagai yang disertakan. Tidak seorang pun yang suka disuguhi benyak detil mengenai formulir asuransi yang kamu isi dengan susah payah tadi pagi (kecuali kamu bisa menceritakannya dengan lucu). Jika kamu melihat mata lawan bicara mu menjadi sayu dan kehilangan sinarnya, terasa kalau hawa beku sudah merasuk, atau mencurigai mereka melakukan pengiriman untuk sinyal tutup mulut, permukaan wajah yang mulai memudar dan menguap, kamu mungkin hanya akan melakukan pembunuhan yang super lambat dengan senjata yang bernama kebosanan.

Keringkasan dan kejelasan, telah dikatakan sebagai, jiwa dari kecerdasan. Sesuaikan dan saring! Jangan membanjiri dengan detil. Namun, tanyakan diri mu sendiri, "Apa saja yang orang ini perlu ketahui?"

6) Bumbui dengan humor

Jika kamu menemukan sesuatu yang lucu (dan hal itu bukan berkaitan dengan penampilan mereka), maka coba ungkapkan. Orang-orang menyukai humor (dan jika mereka tidak, mungkin kamu perlu bicara dengan orang lain saja).

Biarkan humor mengalir secara alami dari percakapan ketimbang menggunakan lawakan yang dihafalkan dari Buku Saku 1001 Dagelan Tereksklusif 2016. Bisa tertawa bersama akan membangun rasa keintiman yang kuat. Tentu saja, jika mereka tidak merespon dengan humor yang berkualitas itu, maka sudah pasti secara klinis ada sesuatu yang kurang baik dengan mereka.

7) Jangan mengandalkan minuman keras / yang merusak kesadaran

Bercakap dalam keadaan mabuk dengan orang baru, menghembuskan nafas dengan bau alkohol ke mereka sambil bicara dengan terbata-bata dekat dengan telinga mereka mungkin terasa sangat sempurna dikala itu, tapi kamu beresiko membuat objek dari perhatian halusinasi aneh mu merasa kalau mereka telah dibajak oleh babon bersemangat. Masalah ketika kita mabuk, kita lupa hukum yang semakin berkurang. Melewati beberapa titik tertentu (yang mana dapat dicapai hanya dengan satu atau dua gelas), meneguk lebih banyak miras tidak akan membuat mu secara sosial menjadi lebih mahir - sudah pasti yang terjadi adalah sebaliknya.

Dirol Jangan diambil hati

Jika setelah kamu mencoba untuk membuat percakapan berjalan, namun lawan bicara benar-benar terlihat tidak ingin bicara, maka jangan diambil hati. Selama kamu tidak:

  • Lupa untuk menanyakan pertanyaan terbuka
  • Menginterogasi secara obsesif
  • Gagal melakukan penyesuaian dan penyaringan
  • Sambil mabuk berusaha untuk menarik perhatian lawan bicara

Maka mereka mestinya sedang mengalami hari yang sulit - atau mungkin mereka perlu belajar beberapa skill percakapan untuk diri mereka sendiri.

Dan akhirnya...

9) Gunakan pola pikir mu sebagai seorang pemulai percakapan

Untuk mendapatkan kepercayaan diri untuk memulai percakapan, alangkah baiknya jika kamu selalu melatih otak mu sebelumnya. Gunakan hipnosis diri untuk membayangkan (dan menanamkan pola dalam pikirn mu) dirimu menjadi tenang, santai, ramah, dan masuk akal ketika mendekati orang baru.

Lebih santai dan tenangnya dirimu ketika memulai percakapan, lebih percaya dirilah kamu secara umum. Seperti kata pepatah: "Orang asing hanyalah teman yang belum kamu temui."

2.961
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.