Anda di sini

Ilmu Umum

Parasit Pengendali Otak Ini Membuat Tikus Berani dengan Kucing

Aditya Suranata - 10 Maret 2016 12:48:23 0

Ketika parasit ajaib bernama Toxoplasma gondii ini menjangkiti tikus-tikus, ia akan mengubah hewan-hewan pengerat tersebut menjadi mahluk tanpa rasa takut, mengurangi keseganan mereka ketika mencium bau urin kucing. Tetapi disamping adanya efek keberanian ini, tikus-tikus yang terinfeksi masih tetap memiliki rasa takut dengan hal-hal lainnya.

Kini, studi baru telah membuka titik terang bagaimana T. gondii, atau "toxo", bisa mengakibatkan hilangnya rasa takut ini, dan ternyata: Tikus-tikus yang terinfeksi, ketika mereka mencium bau dari urin kucing, itu akan mengaktifkan jalur ketertarikan seksual di otak mereka, sehingga memacu para binatang pengerat ini untuk mendekati bau tersebut ketimbang menghindarinya dengan berlari menjauh.

Meskipun T. gondii bisa menginfeksi banyak mamalia, termasuk juga manusia, parasit pengontrol otak hewan pengerat ini sepertinya merupakan adaptasi oleh parasit itu sendiri untuk memastikan dirinya bisa masuk ke sistem pencernaan dari seekor kucing, karena perut kucing adalah satu-satunya tempat mereka bisa bereproduksi secara seksual.

"Ada sesuatu yang mengacaukan jalur tersebut, dan sesuatu tersebut terlihat seperti toxo," kata Patrick House peneliti dari studi ini, yang merupakan seorang ilmuan saraf di Stanford University.

Infeksi yang Mengubah Otak

Sekitar 30 persen dari orang di seluruh dunia ternyata terjangkit parasit T. gondii ini, kebanyakan dari mereka masuk melalu pola hidup yang gemar makan makanan mentah seperti daging mentah atau melakukan kontak dengan kotoran kucing. Pada orang yang sehat, parasit ini tidak menyebabkan gejala apapun, namun sangat dihimbau untuk wanita hamil agar menjauhi tempat-tempat yang mungkin terkonsentrasi parasit ini, seperti kandang kucing, karena T.gondii bisa menembus plasenta dan mengancam keselamatan janin yang sedang berkembang.

Disisi lain, hewan-hewan pengerat yang terinfeksi, akan kehilangan rasa takut mereka terhadap kucing. Tujuan dari penelitian baru ini, yang dipublikasikan pada 17 Agustus 2011 lalu pada jurnal yang dapat diakses bebas PLoS One, adalah untuk mencari tahu apakah para hewan pengerat sebenarnya memang menjadi sangat tertarik atau apakah mereka hanya sedikit kurang takut dengan urin tikus, kata House.

House dan koleganya menguji tikus-tikus jantang yang terjangkit dan tidak terjangkit untuk mencium bau dari urin kucing betina yang masih hangat dan aroma urin kucing hutan. Singkatnya setelah tes cium-mencium telah selesai dilakukan, para ilmuan membius dan membunuh tikus-tikus tersebut lalu kemudian mengambil otak mereka untuk dianalisis untuk mencari tahu adanya tanda-tanda aktifitas pada bagian otak yang berfungsi sebagai pusat kendali prilaku yang berhubungan dengan hal mendekati-dan-menjauhi (aman/tidak aman).

Hasilnya, pada tikus-tikus yang tidak terinfeksi, para peneliti menemukan sebuah pola yang telah diduga sebelumnya pada sistem limbik, yaitu struktur di otak yang berhubungan dengan emosi (seperti marah, kebahagiaan, dan takut) serta kenangan. Urin memicu area-area yang berhubungan dengan rasa takut dari sistem limbik secara normal sehingga membuat tikus sehat mengalami rasa takut, sementara urin betina yang hangat memicu area ketertarikan seksual.

Sebaliknya, otak tikus-tikus yang terinfeksi toxo malah terlihat ganjil. Pada tikus yang dipapari dengan urin kucing, jalur rasa takut masih memperlihatkan adanya tanda-tanda aktifitas, kata House. Tapi hal yang sama juga terjadi di area seksual, menunjukan bahwa kuatnya dorongan seksual bisa menghilangkan rasa takut dari tikus-tikus tersebut.

"Binatang-binatang tersebut masih terlihat ketakutan, tapi kami mendapatkan aktifitas pada keduanya," kata House.

Misteri dari Parasit

Bagaimana T.gondii bisa melakukan hal semacam ini, "rahasia Tuhan, kami tidak tahu sama sekali," kata House. Menariknya, parasit ini secara istimewa menetap di area-area limbik dari otak yang dekat dengan bagian-bagian yang mengatur rasa takut dan ketertarikan seksual.

Infeksi Toxoplasma juga meningkatkan level dopamine (hormon yang menyebabkan perasaan senang) dari neurotransmitter otak, memberikan petunjuk bahwa merubah level neurotransmitter mungkin adalah kunci bagaimana T. gondii bisa mengendalikan otak.

Kadar dopamine yang tinggi adalah faktor dari skizofrenia (gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi), menimbulkan pertanyaan apakah T.gondii mungkin memainkan peran dalam terjadinya gangguan mental genesis. Studi 2006 yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B menemukan bahwa obat-obat antipsikotik, umumnya digunakan untuk menangani skizofrenia, membalikan efek-efek ketidaktakutan dari T.gondii di otak.

Studi juga menunjukan bahwa orang-orang yang mengalami skizofrenia lebih cenderung terjangkit parasit ini, kata House, tapi tidak ada bukti bahwa parasit ini yang menyebabkan terjadinya kelaianan tersebut. Orang dengan skizofrenia mungkin akan mengurangi kebersihan dan kesehatan pribadinya, katanya, yang artinya mereka tentunya bisa melakukan kontak dengan daging mentah dan kotoran kucing lebih dari yang dilakukan orang pada umumnya.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan House adalah menggali lebih dalam lagi ke dalam prilaku T.gondii di otak.

"Penemuan-penemuan tersebut memperlihatkan apa yang terjadi, tetapi tidak memperlihatkan bagaimana itu terjadi," katanya. "Jadi apa yang ingin saya lakukan selanjutnya adalah untuk masuk dan mencari tahu pada level neuronal, dan seluler, bagaimana toxo melakukan hal tersebut, bagaimana ia bisa merubah neuron-neuron itu?"

Demikian dikutip dari Live Science.

1.702
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.