Anda di sini

Elektronika

[ULASAN] Mengenal Istilah “Physical Computing”

Kusuma Wardana - 22 November 2015 00:17:19 0

Physical Computing adalah usaha untuk membuat suatu sistem yang dapat menghubungkan dunia nyata (physical world) dengan dunia virtual pada komputer [1]. Sistem yang dibangun merupakan kombinasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang bersifat interaktif, yaitu dapat menerima rangsangan dari lingkungan luar dan merespon balik. Physical computing adalah sebuah konsep untuk memahami hubungan yang manusiawi antara lingkungan yang sifat alaminya adalah analog dengan dunia digital [2].

Physical computing adalah suatu pendekatan dari proses interaksi antara manusia-komputer yang berawal dari bagaimana manusia mengekspresikan diri mereka secara fisik. Tubuh manusia dan segala kemampuannya menjadi titik awal atau 'starting point', dan selanjutnya diusahakan merancang suatu antarmuka, baik secara hardware maupunsoftware yang dapat merasakan dan merespon apa saja yang manusia bisa lakukan secara fisik.

Karena berawal dari kemampuan seseorang, maka usaha untuk mewujudkan suatu skema physical computingmemerlukan pemahaman tentang bagaimana caranya agar komputer dapat merasakan aksi fisik. Ketika kita melakukan aksi, kita menyebabkan berbagai perubahan bentuk energi [3]. Suara yang dihasilkan oleh pita suara yang dirambatkan melalui udara akan menyebabkan perubahan tekanan udara. Demikian pula dalam physical computing, parameter-parameter alam seperti suhu, tekanan, kelembaban, dan sebagainya akan ditangkap oleh sensor dan selanjutnya melalui rangkaian elektronika yang tepat akan diolah oleh komputer digital. Physical computing adalah sebuah konsep untuk memahami hubungan yang manusiawi antara lingkungan yang sifat alaminya adalah analog dengan dunia komputer yang sifatnya adalah digital. Umumnya, alat yang biasa digunakan sebagai 'komputer' untuk mengolah segala sesuatu adalah mikrokontroler. Mikrokontroler dapat dipasang sensor untuk merasakan parameter-parameter alam dan selanjutnya dapat diolah dan memberikan aksi ke lingkungan menggunakan aktuator, misalnya menghidupkan lampu, motor, kipas dan sebagainya.

Pembuatan purwarupa (prototype) atau prototyping adalah kegiatan yang sangat penting dalam proses physical computing karena pada tahap inilah seorang perancang melakukan eksperimen dan uji coba dari berbagai jenis komponen, ukuran, parameter, program komputer dan sebagainya secara berulang-ulang sampai diperoleh kombinasi yang dirasa paling tepat [2]. Pada tahap prototyping inilah kemampuan programming serta analisis dari perancang akan dieksplorasi. Kesuksesan tidak semata-mata dipengaruhi oleh kemampuan memprogram sebuah mikrokontroler, tetapi juga memerlukan pengetahuan mengenai fenomena alam, pemodelan dalam rumus-rumus matematika, serta analisis terhadap rangkaian elektronika. Sering kali terjadi error pada proses ini, baik dikarenakan oleh kesalahan dalam program, kesalahan dalam perhitungan matematis, maupun kesalahan pada perangkat keras yang sangat membutuhkan berbagai kemampuan seperti yang disebutkan sebelumnya. Terkadang, proses inilah yang membuat kita menjadi frustasi. Namun demikian, proses dan pengalaman inilah yang sering membuat seseorang bisa menjadi mahir dalam membuat suatu sistem physical computing.

Proses prototyping komponen perangkat keras merupakan suatu proses merangkai berbagai komponen elektronika, seperti resistor, transistor, kapasitor, dan sebagainya dengan suatu aturan tertentu sesuai peruntukan rangkaian elektronikanya. Komponen-komponen tersebut dihubungkan melalui jalur tembaga pada suatu papan yang dikenal dengan istilah printed circuit board (PCB). Tidak semua orang memiliki keahlian yang sama dalam merancang PCB yang tepat. Oleh karena itu, terkadang proses prototyping dalam sistem physical computing menjadi suatu yang sangat melelahkan dan berbiaya mahal.

Saat ini, ketika teknologi mikroprosesor telah berkembang, proses prototyping dapat dikerjakan lebih 'fun'. Mengapa demikian? Sebab saat ini telah hadir beberapa platform prototyping yang beredar di pasaran. Platform ini hadir tidak hanya dalam bentuk hardware, namun juga software. Perancang akan sangat dimudahkan dalam mendesain sesuatu.

Saat ini ada beberapa platform prototype berbasis mikrokontroler yang cukup popular adalah [2],[4]:

  1. Arduino (www.arduino.cc)
  2. Netduino (http://www.netduino.com/)
  3. PING2550 (http://www.broedsels.nl/)
  4. I-CubeX (http://infusionsystems.com/)
  5. openPicus (http://www.openpicus.com/)
  6. DFRobot (https://www.dfrobot.com/)
  7. Adafruit (http://www.adafruit.com/)
  8. Seeduino (http://www.seeedstudio.com/)

Diantara berbagai platform prototyping tersebut, Arduino adalah salah satu yang paling terkenal. Sifatnya yang open source, baik software maupun hardware membuatnya banyak diminati oleh banyak orang. Dari Arduino inilah selanjutnya banyak bermunculan berbagai jenis platform prototyping, yang sering menggunakan istilah 'Arduino compatible'.

Demikian ulasan pendahuluan mengenai physical computing. Semoga bermanfaat.

Referensi:
[1] Igoe, T., Dan, O'S., 2004. Physical Computing: Sensing and Controlling the Physical World with Computers, Thomson Course Technology PTR
[2] Djuadi, F., 2011, Pengenalan Arduino, www.tobuku.com
[3] Anonim, What is Physical Computing, https://itp.nyu.edu/physcomp/
[4] Anonim, List of open-source hardware projects, http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_open-source_hardware_projects

1.284
Image

Kusuma Wardana

I Nyoman Kusuma Wardana, yang akrab dipanggil Kusuma, lahir dan besar di Bali. Ia tinggal di Desa Wisata Ubud, dan lebih banyak melaksanakan aktivitasnya di Denpasar. Profesinya adalah sebagai staf pengajar di Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali. Saat ini Ia menjadi salah satu penulis di tutorkeren.com.

Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.