Anda di sini

Elektronika

[ULASAN] Mikrokontroler vs Mikroprosesor

Kusuma Wardana - 03 November 2015 21:00:31 0

Prosesor, atau mikroprosesor, atau lebih dikenal sebagai CPU (Central Processing Unit) adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai unit pemrosesan pusat dari suatu komputer. Beberapa contoh mikroprosesor seperti keluarga Intel x86 (contoh: mikroprosesor 8086, 80286, 80386, 80486 dan Pentium) tidak memiliki RAM, ROM atau komponen I/O (input/output) dalam satu chip. Komponen-komponen tambahan ini diletakkan secara terpisah dari chip mikroprosesor. Contoh populer lainnya acalah prosesor Intel Core I7 atau AMD Athlon, dan sebagainya. Mikroprosesor sendiri belum dapat menjalankan fungsi layaknya sebuah komputer. Suatu fungsi komputer baru dapat dijalankan ketika semua komponen ini bergabung menjalankan tugasnya masing-masing. Oleh karena itu, mereka dikenal dengan istilah general-purpose microprocessor, atau prosesor dengan tujuan umum.

Disisi lain, mikrokontroler adalah sebuah chip yang memiliki mikroprosesor di dalamnya, serta komponen pendukung lainnya seperti RAM, ROM, port I/O serta timer yang terintegrasi dalam satu chip (atau IC, integrated circuit). Dengan kata lain, jika keseluruhan komponen utama sebuah komputer ditempatkan dalam sebuah chip tunggal, maka chip tersebut dikenal dengan istilah mikrokontroler. Contoh mikrokontroler diantaranya Atmel AVR atau mikrokontroler PIC. Untuk memperjelas perbedaan kedua istilah ini, bisa kita amati gambar di bawah ini.

Dari segi harga, tentunya konfigurasi mikroposesor dengan komponen ekternalnya (RAM, ROM, I/O, dan sebagainya) akan membuat harga menjadi jauh lebih mahal daripada sebuah mikrokontroler. Dari sudut pandang performa, sudah jelas bahwa konfigurasi CPU dengan komponen eksternalnya akan jauh lebih baik daripada sebuah mikrokontroler. Namun demikian, mikrokontroler dapat menjadi pilihan utama, terutama untuk aplikasi yang mempertimbangkan ukuran, harga serta portability (mudah dibawa kemana-mana).

Pada Gambar (b), bisa kita amati bahwa salah satu komponen menarik yang dimiliki oleh mikrokontroler adalah ADC (analog-to-digital converter). ADC adalah komponen yang digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Penerapan ADC sangat penting, misalnya ketika kita menggunakan mikrokontroler untuk aplikasi-aplikasi sistem tertanam.

Mikrokontroler untuk Sistem Tertanam

Mungkin kita pernah mendengar sistem tertanam, bukan? Sistem tertanam, atau sistem terbenam adalah istilah umum yang biasa digunakan untuk menyebut suatu istilah dalam bahasa Inggris, yaitu embedded system. Mikroprosesor dan mikrokontroler merupakan komponen yang banyak digunakan pada produk-produk embedded system. Produk embedded system dikontrol oleh mikroprosesor (atau mikrokontroler) yang telah ditanamkan pada alat tersebut. Ada banyak produkembedded system disekitar kita, seperti printer, remote control, telepon, TV, mesin cuci, dan sebagainya. Pada umumnya, ROM pada suatu produk embedded system akan ditanamkan program yang secara khusus digunakan hanya untuk menjalankan sebuah fungsi. Ambilah contoh sebuah printer. Printer dilengkapi dengan mikroprosesor yang secara khusus menjalankan fungsi sebuah printer, yaitu mengambil data dari komputer dan mencetaknya. Berbeda halnya dengan sebuah PC (personal computer), PC dapat menjalankan berbagai fungsi sesuai dengan program aplikasi yang telah terinstal di dalamnya. Sebuah PC terdiri dari berbagai produk embedded system, seperti keyboard, mouse, printer, modem dan sebagainya. Setiap komponen pendukung dari sebuah PC ini memiliki mikrokontroler di dalamnya. Sebagai contoh, kita bisa amati sebuah mouse. Mikrokontroler menjalankan fungsinya yaitu mencari posisi mouse dan mengirimnya ke PC.

Saat ini, perkembangan penggunaan mikrokontroler untuk produk embedded system sudah sangat banyak, terutama dikalangan Pelajar, Mahasiswa, Praktisi serta Umum. Di kalangan Mahasiswa, penggunaan mikrokontroler baik untuk skripsi dan proyek lainnya tidak hanya didominasi oleh Mahasiswa Jurusan Teknik dan Sains tertentu (seperti Teknik Elektro, Teknik Fisika, Elektronika dan Instrumentasi, Ilmu Komputer dan sebagainya), tetapi juga telah meluas ke jurusan-jurusan lain. Salah satu meluasnya penggunaan mikrokontroler adalah dengan lahirnya produk yang berlabel Arduino. Cek ulasan mengenai Arduino disini.

2.550
Image

Kusuma Wardana

I Nyoman Kusuma Wardana, yang akrab dipanggil Kusuma, lahir dan besar di Bali. Ia tinggal di Desa Wisata Ubud, dan lebih banyak melaksanakan aktivitasnya di Denpasar. Profesinya adalah sebagai staf pengajar di Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali. Saat ini Ia menjadi salah satu penulis di tutorkeren.com.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.