Anda di sini

Elektronika

Perbedaan Jenis Memori pada Arduino

Kusuma Wardana - 22 November 2015 11:33:15 0

Beberapa dari kita mungkin akan bertanya-tanya, apakah sebenarnya perbedaan antara memori flash, SRAM danEEPROM? Amatilah Tabel 1 sebagai perbandingan. Pada Tabel ini, disediakan beberapa mikrokontroler yang umum digunakan pada papan Arduino.

Tabel 1. Ukuran dan Jenis Memori pada Arduino

MikrokontrolerMemori Flash (byte)SRAM (byte)EEPEROM (byte)
ATmega16816K1K512
ATmega32832K2K1K
ATmega1280128K8K4K
ATmega2560256K8K4K

Memori flash, atau flash ROM (Read Only Memory) adalah tipe memori yang digunakan untuk menyimpan program. Program atau koding yang kita buat akan disimpan disini. Oleh karena itu, memori flash juga dikenal sebagai program ROM atau code ROM. Algoritma-algoritma yang kita buat dalam program, misalnya if..else, for, while, operasi aritmatika, dan sebagainya akan disimpan di dalam ROM. Memori dalam ROM tidak akan hilang bila daya ke papan Arduino ditiadakan (nonvolatile).

Amatilah angka-angka pada seri mikrokontroler pada Tabel 1. Hanya dengan melihat serinya, kita dapat mengetahui besarnya memori flash yang dimiliki suatu mikrokontroler yang dipakai pada papan Arduino. ATmega168 memiliki 16 KB memori flash (amati angka 16 pada seri mikrokontrolernya), ATmega328 memiliki 32 KB (amati angka 32-nya), ATmega1280 memiliki 128 KB dan Atmega2560 memiliki 256 KB. Namun, kita tidak dapat memakai sepenuhnya kapasitas memori flash seperti pada Tabel 1.1, sebab papan Arduino sendiri telah menggunakan sedikit kapasitas memori flash untuk bootloader papan tersebut. Sebagai contoh, Arduino Uno memakai 0.5 KB sebagai bootloader, Arduino Yun sebesar 4KB, dan Arduino Mega 2560 sebesar 8 KB.

Memori SRAM (Static Random Access Memory) adalah tipe memori yang digunakan untuk menyimpan data. Berbeda dengan ROM yang menyimpan program, memori bertipe RAM ini digunakan untuk menyimpan data. Data dalam memori ini akan hilang ketika daya ke mikrokontroler ditiadakan (volatile). Data disini misalnya saat kita mendeklarasikan variabel tertentu atau array, atau data hasil penjumlahan dan pengurangan, dan sebagainya. Oleh karena itu, efektivitas dalam pemrograman sebuah mikrokontroler menjadi tantangan tersendiri. Kita tidak boleh mendeklarasikan variabel sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan pertimbangan memori yang tersedia. Sebagai contoh, jika kita ingin membuat program logger yang melibatkan banyak data, kita disarankan menggunakan memori eksternal, misalnya SD card.

Memori EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory), adalah tipe nonvolatile memori yang digunakan untuk menyimpan data yang sifatnya tidak sering dihapus, misalnya untuk menyimpan konfigurasi tertentu, password, atau data-data penting lainnya. Mikrokontroler Atmel dilengkapi sejumlah kecil ROM, dan dapat diakses menggunakan pustaka EEPROM pada Arduino.

5.970
Image

Kusuma Wardana

I Nyoman Kusuma Wardana, yang akrab dipanggil Kusuma, lahir dan besar di Bali. Ia tinggal di Desa Wisata Ubud, dan lebih banyak melaksanakan aktivitasnya di Denpasar. Profesinya adalah sebagai staf pengajar di Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali. Saat ini Ia menjadi salah satu penulis di tutorkeren.com.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.