Anda di sini

Ilmu Umum

Raspberry Pi Media Center Antara OSMC vs OpenELEC Pilih yang Mana?

Aditya Suranata - 17 April 2016 15:10:17 0

Raspberry Pi punya banyak pilihan media center yang basiknya menggunakan Kodi (sebelumnya bernama XBMC). Dengan Raspberry Pi yang telah terinstall sistem operasi media center, Anda dapat merubah TV Anda, baik TV Tabung maupun layar datar yang tidak memiliki kemampuan media center, menjadi Smart TV yang memiliki berbagai fitur dan kelengkapan.

Dan dari sekian pilihan media center yang ada untuk Raspberry Pi, dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah OpenELEC (Open Embedded Linux Entertainment Center) dan OSMC (Open Source Media Center sebelumnya bernama Raspbmc). Kedua media center ini memiliki keunggulannya masing-masing, dan untuk itu pada tulisan kali ini merupakan review mengenai media center mana yang paling cocok dengan kebutuhan Anda.

Antara OSMC dan OpenELEC, Meskipun keduanya bisa sama-sama menjalankan media center di Raspberry Pi, tapi perlu diketahui dan dipahami bahwa OpenELEC dan OSMC dibangun dengan model sistem yang jauh berbeda. OpenELEC dibangun dengan pendekatan sesimpel mungkin hanya untuk menjalankan Kodi media center. Sedangkan OSMC dibangun berdasarkan dukungan sistem operasi Debian penuh, yang artinya OSMC tidak hanya bisa menjalankan Kodi, akan tetapi OSMC juga mampu melakukan apa saja yang bisa dilakukan oleh komputer bersistem operasi Debian. Dengan pemahaman dasar mengenai pondasi dari masing-masing pilihan, mari lanjut ke perbandingan antara OpenELEC dengan OSMC.

Membuat Media Center Murah dengan Raspberry Pi

PerangkatKisaran Harga
Perangkat Media Center Raspberry Pi
Raspberry Pi 3Rp. 590.000
Micro SDHC Class 10 16GBRp. 110.000
Micro USB Power Adapter 5V 2ARp. 85.000
USB Wifi TP-Link 722NRp. 100.000
USB Mouse WirelessRp. 120.000

Data benchmark dari htpcbeginner menjelaskan pengujian antara OpenELEC versi 5.0.8 stable dan OSMC RC2(5/5/2015) menggunakan Raspberry Pi 2. Keduanya menggunakan pengaturan clock speed bawaan di 900MHz pada micro SD class 10.

Untuk peningkatan performa jaringan, keduanya menggunakan pustaka video yang sama menggunakan MySQL yang terdiri dari 300 film dan 1000 rekaman episode TV yang terletak pada server jaringan file lokal NFS Share.

1. Pengujian Waktu Booting

Meskipun Raspberry Pi hanya menggunakan daya sebesar 2 hingga 3 watt dan hanya memerlukan uang kurang dari 100rb untuk menyalakannya selama setahun penuh, beberapa orang tentu lebih memilih untuk mematikan dan menyalakannya sesuai kebutuhan untuk lebih menghemat daya. Maka dari itu, kecepatan booting dari kedanya sangat penting pada situasi tersebut. Berikut adalah hasil uji coba dari Raspberry Pi 2 yang menjalankan OpenELEC dan OSMC hingga bisa mencapai tampilan home screen. Bilangan berikut dibulatkan ke detik terdekat. Sebagai perbandingan, data yang dihasilkan dari Raspberry Pi 1 juga ditampilkan disini.

OS & Perangkat12345Rata-Rata
OSMC Raspi 217d18d17d17d18d17d
OpenELEC Raspi 217d16d16d16d17d16d
Raspbmc Raspi 177d80d78d77d79d78d
OpenELEC Raspi 150d49d50d48d49d49d

Perbedaan karena prosesor yang lebih cepat pada Raspberry Pi 2 dapat terlihat jelas. Sementara angka-angkanya hanya memperlihatkan OpenELEC booting sedikit lebih cepat, secara visual ini akan terlihat tanpa perbedaan. Maka dari itu, kecepatan booting antara OpenELEC dan OSMC tidak tepat dijadikan sebagai faktor pemilihan sistem operasi media center untuk Raspberry Pi 2.

2. Kecepatan Operasional

Mungkin akan ada sedikit perbedaan kecepatan ketika mengimpor pustaka yang telah ada (daftar film & video). Tapi, melakukan penilaian melalui aktifitas tunggal antara keduanya bukanlah hal bijak. Setelah selesai mengimpor 300 film dan 1000 video, kecepatan operasional dari keduanya tidak ada perbedaan. Tema OSMC, meskipun terlihat sangat sederhana dan minimalis, namun menawarkan fitur yang lebih banyak daripada tema Confluence, dan kecepatan responnya sama dengan OpenELEC yang menggunakan tema Confluence. Membuka pustaka media untuk pertama kali menimbulkan sediki delay pada keduanya. Setelah thumbnailnya terbentuk, antarmukanya kembali merespon dengan cepat.

3. Antarmuka / Tema

OpenELEC menggunakan tema bawaan dari Kodi yang bernama Confluence. Sedangkan OSMC menggunakan tema kastem, yang sepertinya terinspirasi dari Mimic Skin, yang merupakan salah satu tema pilihan teratas pada Kodi.


Tema Confluence OpenELEC


Tema Kastem OSMC

Navigasi pada tema baru yang digunakan oleh OSMC bisa jadi sedikit membingungkan. Beberapa pilihan pada semua tampilan semuanya tampil dalam warna putih, sementara pilihan yang saat ini dipilih juga memiliki warna putih (yang tidak terpilih berwarna agak abu-abu). Kadang-kadang sulit untuk tahu yang mana yang terpilih. Terlebih lagi, bernavigasi melalui menu My OSMC sedikit tidak nyaman dan kurang ada ikon atau tool tips menjadikannya semakin parah. Namun tentu saja, jika sudah terbiasa untuk menggunakannya tentu hal ini tidak akan menjadi masalah.

Tapi hal baiknya adalah semua itu adalah masalah kecil dan bisa diselesaikan dengan mudah melalui pergantian tema menjadi tema bawaan Kodi melalui pilihan konfigurasi. Dari sisi antarmuka OpenELEC memang masih jauh lebih cocok untuk pemula.

4. Pilihan-pilihan dan Fitur-fitur

Dari sisi pilihan dan fitur yang tersedia, sudah terlihat jelas kalau OSMC jauh lebih baik dari pada OpenELEC. Hal ini bukanlah hal yang mengejutkan mengingat pendekatan protektif dan aman yang digunakan oleh OpenELEC. OpenELEC pada dasarnya melindungi perubahan pada level sistem jauh lebih ketat untuk menjamin keamanan dan kestabilan sistem kita. Sebagai contoh, melakukan overcloking pada OpenELEC jauh lebih rumit ketimbang pada OSMC yang hanya tinggal membuka menu. Namun sisi baiknya, sistem tidak akan rusak karena kesalahan pengaturan dan hal-hal yang tidak disengaja lainnya.

OSMC juga menyediakan kemudahan akses ke pengaturan perangkat keras Raspberry Pi. OpenELEC disisi lain cukup ketat dalam membatasi pengguna yang menginginkan melakukan hal lebih pada pengaturan Raspberry Pi 2nya. Tidak seperti OpenELEC, OSMC bisa digunakan dan dikembangkan untuk menjalankan Applikasi lainnya. Pada saat ini, hanya SSH, FTP, TVHeadend, dan Samba yang tersedia tapi nanti sepertinya akan ada lebih banyak lagi yang ditambahkan. Untuk mengakses OSMC App Store tentu akan memerlukan koneksi Internet.

Fitur keren lainnya yang ada pada OSMC adalah preset dari beberapa remote. Jika kita menggunakan salah satu dari banyak remote kontrol yang terdaftar, kita bisa mengatur kontrolnya hanya dengan sekali klik.

Uraian diatas hanya beberapa contoh. OSMC memiliki beberap fitur tambahan lainnya, detil dari masing-masing adalah diluar cakupan tulisan ini. Tapi perbandingan pilihan dan fitur antara OpenELEC vs OSMC memiliki pemenang yang terlihat jelas, yaitu OSMC.

Kesimpulan Perbandingan Antara OpenELEC dengan OSMC

Perbandingan antara OpenELEC dengan OSMC pada tulisan ini hanya menampilkan screenshot dari OSMC sendiri karena untuk OpenELEC sudah banyak ditampilkan pada tulisan sebelumnya. Untuk kecepatan, antara OSMC dengan OpenELEC tidak terlalu berbeda, jika dipakai langsung hasilnya akan terasa sama sekali tidak ada perbedaan.

OpenELEC dan OSMC sebenarnya ditargetkan untuk kalangan yang berbeda. OpenELEC lebih menggunakan pendekatan konservatif dan aman dengan menghilangkan fitur-firut tingkat lanjut dan rumit yang tidak perlu untuk penggunaan umum dan hanya menyediakan kerangka untuk inti dari sistem Kodi media center. Sedangkan OSMC, dibangun seutuhnya diatas sistem operasi Debian sehingga menyediakan lebih banyak fitur, lebih banyak paket aplikasi dan lebih fleksibel untuk keperluan lainnya.

Jadi jika Anda memerlukan media center tinggal colok lalu pakai dan tidak lebih dari sekedar media center, maka OpenELEC atau OSMC adalah sama saja. Keduanya pada dasarnya adalah pilihan yang sangat tepat sebagai sistem operasi media center Raspberry Pi 2/3 Anda.

Tapi jika Anda menginginkan hal lebih dari sekedar media center untuk memainkan media dan ingin kontrol lebih pada sisi perangkat keras, tanpa masalah, tentu Anda harus melanjutkan dengan OSMC.

Semoga ulasan singkat ini bisa memberikan pemasukan mengenai pilihan media center untuk Raspberry Pi Anda. Selamat mencoba, dan jangan sungkan untuk berdiskusi pada kolom diskusi di bawah.

Referensi: http://www.htpcbeginner.com/openelec-vs-osmc-raspberry-pi

3.676
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.