Anda di sini

Filsafat Hidup

Suami, Istri dan Rumah yang Bahagia

Aditya Suranata - 12 Februari 2016 00:25:07 0

Berikut merupakan translasi transkrip dari ceramah oleh Srila Prabhupada, sesuai dengan moto dari TutorKeren.com, segala ilmu yang diminum oleh penulis dicurahkan melalui media ini, motifnya tiada lain adalah untuk berbagi. Segala usaha ini di persembahkan kepada Kepribadian Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krsna. Semoga bermanfaat.


Pradyumma: "Dia tidak tahan melihat Asvatthama diikat dengan tali, sebagai wanita yang berbhakti, dia berkata: 'Lepaskan dia, dia itu seorang brahmana, guru spiritual kita.'"

Prabhupada:

uvaca casahanty asya
bandhananayanam sati
mucyatam mucyatam esa
brahmano nitaram guruh

Draupadi, sebelumnya telah dijelaskan, vama-svabhava krpaya nanama ca. Vama-svabhava. Vama, artinya wanita. Wanita, mereka hatinya sangatlah lembut, vama-svabhava. Jadi meskipun Asvatthama tanpa ampun membunuh anaknya, dan dia si Asvatthama telah berhasil di tangkap dan Krsna memerintahkan agar dia dibunuh, dan Arjuna telah bersiap untuk menjatuhkan hukuman kepadanya, tapi vama-svabhava, wanita, yang hatinya sangat lembut, tanpa pertimbangan apapun, dia secara langsung menunjukan rasa hormatnya, nanama. Tak hanya menunjukan rasa hormat kepada Asvatthama karena dia adalah anak dari seorang brahmana, yaitu Dronacarya, guru mereka... Lalu dia secara langsung memerintahkan Arjuna, mucyatam mucyatam: "Lepaskan dia sekarang juga. Kamu telah menangkap seorang brahmana." Mucyatam mucyatam esa brahmano nitaram guruh. "Brahmana selalu menjadi guru kita. Meskipun dia telah membunuh anak-anak ku, tapi tetap, dia masih menjadi guru ku, guru mu juga."

Inilah budaya Weda, bahwa mereka tahu bagaimana memberikan rasa hormat kepada orang yang tepat. Tapi Arjuna, dia juga memutuskan bahwa meskipun Krsna memerintahkannya untuk membunuh Asvatthama, dia adalah anak dari sang guru, jadi dia bukanlah brahmana; dia adalah brahma-bandhu. Dia telah dijabarkan sebagai brahma-bandhu, bukan brahmana. Tapi Draupadi, seorang wanita, vama-svabhava, sangat lembut hatinya, dia tidak mempertimbangkan apakah Asvatthama benar-benar seorang brahmana. Anak dari seorang brahmana, hanya itu yang ia tahu. Inilah perbedaannya, bagaimana memperhitungkan apakah seseorang adalah brahmana atau bukan. Brahmana dan brahma-bandhu, dua kata itu ada. Sederhananya seperti jika kamu adalah anak dari seorang hakim pengadilan tinggi, kamu bisa disebut, kamu punya hak, bahwa "kamu adalah anak dari seorang hakim pengadilan tinggi." Itu semua sah-sah saja. Tapi kamu tidak bisa mengklaim bahwa dirimu adalah seorang hakim pengadilan tinggi. Itu tentu tidaklah mungkin. Kecuali kamu memiliki kualifikasi, atau kamu sebenarnya memang bertindak sebagai hakim pengadilan tinggi, kamu tidak bisa dianggap sebagai seorang hakim pengadilan tinggi. Hanya dengan menjadi anak dari seorang hakim pengadilan tinggi kamu tidak bisa menjadi seorang hakim pengadilan tinggi. Sama halnya dengan, hanya dengan menjadi anak seorang brahmana, kamu tidak bisa menjadi brahmana. Tapi seorang wanita, vama-svabhava, dia bisa menerima bahwa "Karena dia adalah anak dari seorang brahmana, maka dia adalah brahmana." Maka dari itu kata ini digunakan, vama-svabhava. Karena wanita dianggap sedikit kurang bisa menggunakan logika. Dalam Bhagavad-gita... Hati mereka sangatlah lembut. Sederhananya seperti seorang anak kecil, hatinya sangat lembut. Tapi logika mereka tidaklah cukup tajam. Itulah perbedaannya. Striyah sudras tatha vaisyah. Krsna berkata, striyah sudras tatha... Mereka telah ditempatkan dalam satu kelompok: wanita, vaisya dan sudra. Karena mereka tidaklah terlalu cerdas. Mereka bisa dibentuk dan diarahkan oleh pria cerdas lainnya menuju ke chanel yang sesuai. Maka dari itu mereka memerlukan "pengarahan". Mereka perlu tuntunan.

Pagi ini Saya membaca tentang Sita-devi yang diculik oleh Ravana. Saat itu, karena Ramacandra tidak ada dan Laksmana juga tidak ada, dia tidak memiliki perlindungan dan Ravana mengambil kesempatan itu untuk menculiknya. Meskipun Sita-devi, dia adalah dewi keberuntungan, dia adalah potensi spiritual dari Sri Ramacandra, yang tentu saja dia bukan wanita biasa, tapi memperlihatkan kepada kita sebuah contoh bahwa meskipun seorang Sita-devi... Sita-devi adalah potensi asli (Shakti). Yang tentunya, Ravana tidak bisa menculik Sita-devi sebagai mana aslinya. Itu tidaklah mungkin. Ini dijabarkan pada Purana lainnya, bahwa ketika Ravana datang untuk menculik Sita, Sita-devi menghilang dari sana dan dia meninggalkan bentuk mayanya, bentuk palsu, dan Ravana menculiknya. Ini dinyatakan dalam kitab suci yang otoritatif. Ketika Sri Caitanya Mahaprabhu sedang berkelana di India Selatan, seorang brahmana mengundangnya. Caitanya Mahaprabhu pada siang hari berkunjung kesana, tapi dia melihat sang brahmana tidak memasak apapun. Tidak ada apapun yang disiapkan. Dan dia sang brahmana menangis dan membaca Ramayana. Lalu Caitanya Mahaprabhu bertanya, "Brahmana, mengapa kondisi mu depresi seperti ini, apa kamu menangis?" "Iya Tuan, sangat..." Dia dalam pengaruh ekstasi dari Hanuman. "Tuan, saya sangat menyesal menyadari Sita-devi telah diambil oleh Ravana dan saya masih belum bisa menyelamatkannya." Karena itu dia jadi bingung. Sampai-sampai dia tidak memasak apapun. Lalu Caitanya Mahaprabhu menenangkannya. Dia pun kemudian mulai memasak. Dia bisa memahami bahwa "Saya diundang..." Selesailah. Lalu, ketika dia kembali, dalam Kurma Purana. Dia dapat bukti bahwa Sita-devi, ketika dia seharusnya diculik oleh Ravana, bentuk palsunyalah yang diculik, dan ketika Sita-devi diuji, dengan mendorongnya ke dalam api, dia masuk ke dalam api dan Sita versi maya terbakar habis dan Sita yang asli pun muncul. Jadi tidak mungkin untuk Ravana bisa menyentuh bahkan kaki lotus dari ibu Sita. Tapi kelihatannya itu secara eksternal dimanifestasikan bahwa Sita telah diambil hanya untuk mengajari kita bahwa seorang Sita-devi pun...

Sita-devi adalah asal semua potensi dari Kepribadian Tuhan. Cit-sakti. Parasya saktir vividhaiva sruyate. Kepribadian Tuhan Yang Maha Sempurna memiliki banyak potensi, multi-potensi, dan salah satunya adalah hladini-sakti, potensi kenikmatan. Potensi kenikmatan tersebut adalah Sita, Radharani, Laksmi-devi. Ini telah dijabarkan oleh Svarupa-damodara Gosvami, radha krsna-pranaya-viktir hladini-saktir asmad ekatmanav api bhuvi pura deha-bhedam gatau tau [Cc. Adi 1.5]. Ini menjelaskan, bahwa potensi kenikmatan Krsna, Radharani, adalah Krsna sendiri. Tapi untuk bisa menikmati Mereka menjadi dua. Ekatmanav api bhuvi pura deha-bhedam gatau tau. Mereka menjadi terbelah dua, Radha dan Krsna. Dan lagi, Sri Caitanya, prakatam. Ketika Krsna datang sebagai Sri Caitanya Mahaprabhu, Radha-Krsna dikombinasikan bersama. Maka dari itu pemuja dari Radha-Krsna atau Caitanya Mahaprabhu, mereka memuja sri-krsna-caitanya radha-krsna nahe anya. Mereka berkata. Ini adalah fakta. Jadi Sri Ramacandra juga adalah Krsna. Sita-devi juga adalah ekspansi dari Radharani. Mereka adalah tattva yang sama.

ramadi-murtisu kala-niyamena tisthan
nanavataram akarod bhuvanesu kintu
krsnah svayam samabhavat paramah puman yo
govindam adi-purusam tam aham bhajami
[Bs. 5.39]

Jadi inilah contoh bahwa, bahkan seorang Sita-devi, potensi langsung dari Kepribadian Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa, dia memperlihatkan bahwa tanpa dilindungi, dia juga bisa diambil orang lain, dia bisa diculik, dia bisa disalahgunakan oleh para raksasa. Ini adalah contoh. Sita-devi sebenarnya sangat-sangat kompeten, tapi ini hanyalah contoh.

Contoh lainnya adalah bahwa karena Sri Ramacandra membawa Sita ke dalam hutan... Dari prinsip moral, Dia semestinya tidak membawa Sita. Pathe nari vivaryaya(?). Prinsip moralnya adalah bahwa ketika kamu pergi berkelana, kamu mestinya tidak membawa istri mu, pathe nari vivaryaya, karena mungkin saja terdapat banyak bahaya. Itu benar-benar terjadi, Sita-devi, karena Sri Ramacandra diperintahkan untuk pergi ke hutan. Bukan Sita-devi, bukan juga siapa pun, termasuk Laksmana. Mereka, karena kasih sayang mereka sendiri untuk Sri Ramacandra, mereka memutuskan untuk pergi bersamanya. Tapi karena Sita-devi ikut bersama Ramacandra, banyak bencana yang terjadi. Dia diculik, dan terjadi pertarungan, dan seluruh dinasti milik Ravana terbunuh, dan terjadi banyak sekali hal. Jadi instruksi ini bahwa pathe nari vivaryaya. Dan pelajaran lainnya adalah, bahkan Sri Ramacandra, Dia juga terikat. Alaminya seseorang terikat dengan istrinya. Jadi jika kita menjadi terikat dengan seorang wanita, maka kita mesti menghadapi begitu banyak bahaya. Ini adalah instruksi lainnya. Bahkan Sri Ramacandra adalah Personalitas Tertinggi Tuhan, dan tetap saja Dia mesti menerima begitu banyak masalah. Mereka bergelandangan di tengah hutan belantara, merasakan perpisahan dengan Sita-devi. Begitu banyak hal yang terjadi.

Jadi vama-svabhava. Mereka itu, wanita sangatlah sederhana, berhati lembut. Poin keseluruhannya adalah mereka harus diberikan perlindungan. Bukan kebebasan. Ini adalah perintah dari Manu-samhita. Na stri svatantryam arhati. Wanita semestinya tidak diberikan kebebasan. Mereka harus dilindungi. Itu bukan berarti seperti... Terkadang kita menerima komplain di negara lain, mereka berkata bahwa "Kamu memperlakukan wanita mu seperti budak." Saya menjawab, "Kami tidak memperlakukan wanita kami sebagai budak. Di rumah mereka sangatlah dihormati. Seorang anak memberikan penghormatan tertingginya kepada sang ibu. Sang suami memberikan proteksi tertinggi kepada istrinya." Inilah contohnya. Sama seperti Sri Ramacandra. Sri Ramacandra adalah Kepribadian Tertinggi Tuhan, tapi Ravana mengambil Sita dari perlindunganNya. Ramacandra bisa saja menikahi berjuta-juta Sita, atau Dia bisa membuat sebanyak-banyaknya Sita, tapi Dia memperlihatkan contoh bahwa itu adalah tugas seorang suami untuk memberikan perlingdungan kepada istri berapa dan apa pun bayarannya. Dan dia melakukannya. Untuk satu wanita Dia membunuh seluruh dinasti Ravana. Ini adalah tugas suami. Adalah perlindungan, bukan budak. Itu adalah perlindungan. Suami mesti memberikan istrinya perlindungan tertinggi, dan sang istri harus menjadi sangat setia dengan suami seperti... Sita-devi, dia adalah anak seorang raja, Videha-raja. Dia adalah anaknya... Dia bukanlah anak seorang pria miskin. Dan Dasaratha Maharaja tidak menyuruhnya untuk pergi ke hutan dengan suaminya. Dia bisa saja dengan mudah berkata, "Suami ku terkasih, Kamu akan pergi ke hutan. Aku ini anak raja. Aku tidak bisa mengambil terlalu banyak masalah. Lebih baik kamu pergi sendiri. Biarkan aku kembali ke rumah papa." Tidak. "Aku harus mengambil semua masalah dengan suami ku." Inilah kesetiaan.

Sama halnya dengan, Draupadi. Draupadi juga pergi dengan Pandava ke tengah hutan ketika mereka diasingkan, dan Kunti-devi juga pergi dengan anak-anaknya ke hutan. Inilah sistemnya. Kunti-devi tidak ada hubungannya dengan perjudian dari Pandava dan Duryodhana, tapi karena anak-anaknya pergi ke hutan, ibunya juga mengikuti dan istrinya juga ikut. Ini adalah system Weda. Sistem Weda... Caitanya Mahaprabhu juga punya istri yang sangat cantik jelita di rumah dan ibu yang begitu penyayang. Dua kepribadian yang merupakan aset terbaik dalam keluarga. Canakya Pandita berkata bahwa jika seseorang tidak memiliki ibu di rumah dan istrinya tidak sangat menyenangkan, atau tidak sangat damai... Dia berkata,

mata yasya grhe nasti
bharya capriya-vadini
aranyam tena gantavyam
yatharanyam tatha grham

Dia menyarankan, jika seseorang tidak punya ibu dirumah dan istrinya apriya-vadini, yang berkata dengan sangat kasar, tidak sangat hangat, maka orang itu secara langsung meninggalkan rumah dan pergi ke hutan. Yatharanyam tatha grham. Bagi si pria, baik di rumah atau di hutan, adalah hal yang sama saja. Yatharanyam tatha grham. Ini adalah budaya Weda. Wanita harus dilatih dari baru lahir bagaimana menjadi istri yang baik dan ibu yang baik. Itu adalah tugasnya. Vama-svabhava. Dan inilah contohnya. Draupadi salah satu contoh. Kita sudah mendapatkan banyak sekali contoh mengenai bagaimana melatih seorang wanita. Mereka sangatlah berhati lembut. Mereka bisa dibentuk dan diarahkan dengan cara apapun. Dan Bhismadeva menyarankan... Ketika Bhismadeva berada dalam ranjang anak panah, sara-sayya, sang Pandava, Kuru, mereka mengambil banyak saran tentang politik-politik, sosiologi. Banyak hal -- agama, tugas raja, banyak instruksi yang diambil. Dalam instruksi itu dia juga menegaskan perintah Weda bahwa wanita harus selalu dilindungi dengan sangat hati-hati. Itu adalah salah satu dari kualitas rasa malu/keseganan. Jika kamu mematahkan rasa malu dari seorang wanita, ia akan menjadi sangat-sangat berbahaya. Akan menjadi mara bahaya.

Jadi peradaban moderen tidak terlalu ketat mengikuti perintah Weda. Maka dari itu, khususnya seperti yang saya lihat di negara-negara barat, rumah itu tidak benar-benar ada. Tidak ada kebahagiaan rumah tangga, karena wanita diperbolehkan untuk bercampur dengan bebas dan disana tidak ada perlindungan. Mereka tidak menikah, tidak ada suami. Ayahnya juga tidak peduli. Segera setelah si gadis meranjak lima belas, dia menghilang. Maka dari itu saya sebenarnya melihat tidak ada rumah, tidak ada kedamaian di negara-negara Barat. Itu adalah hal-hal yang sangat penting, bahwa wanita berhati lembut, vama-svabhava, mereka harus diberikan perlindungan. Mereka harus dilatih untuk tumbuh menjadi istri yang setia, ibu yang penuh kasih sayang. Lalu rumah tangga akan menjadi sangat bahagia, dan tanpa kebahagiaan kita tidak bisa membuat progress spiritual apapun. Kita harus jadi damai. Ini adalah kondisi awal yang harus dipenuhi untuk naik tingkat. Maka dari itu, sejauh mungkin, perintah Weda mesti menjadi bagian dalam masyarakat, varnasrama. Varnasramacaravata. Karena seluruh tujuan kita adalah untuk mencapai Kepribadian Tertinggi Tuhan, Visnu. Visnur aradhyate pantha nanyat tat-tosa-karanam. Varnasramacaravata purusena parah puman visnur aradhyate. Satu tujuan kita adalah bagaimana bisa mencapai Visnu.

aradhananam sarvesam
visnor aradhanam param
tasmat parataram devi
tadiyanam samarcanam

Ini adalah instruksi dari Dewa Siva kepada Parvati. Pertanyaan Parvati adalah, "Aradhanam yang manakah yang terbaik?" Dan Beliau menjawab, aradhananam sarvesam visnor aradhanam param. Dia berkata... [break] tapi pengetahuannya itu ada, tapi kita abaikan. Jika kita mengambil keuntungan dari pengetahuan ini, maka seluruh dunia akan menjadi bahagia.

Itu adalah misi dari Caitanya Mahaprabhu. Apakah misi dari Caitanya Mahaprabhu? Misinya adalah... Ia berkata

bharata-bhumite haila manusya-janma yara
janma sarthaka kari' kara para-upakara
[Cc. Adi 9.41]

Siapapun yang lahir di tanah Bharatavarsa... Itu adalah punya-bhumi. Dan tidak hanya punya-bhumi, tidak hanya Sri Ramacandra yang muncul disini, tidak hanya Krsna telah muncul disini, tidak hanya Gautama Buddha telah muncul, tidak hanya Caitanya Mahaprabhu telah muncul... Karena itu adalah punya-bhumi. Ketika sang bangsawan muncul, Dia datang di tanah ini. Bharata-bhumite manusya. Maka dari itu kemanusiaan, bukan para kucing atau anjing-anjing, harus mengambil keuntungan dari kelahiran di Bharatavarsa ini dan mengambil keuntungan dari sastra-sastra dan membuat hidupnya penuh kesuksesan. Janma sarthaka kari' kara para-upakara. Bangsa India tidak diciptakan untuk mengeksploitasi orang lain. Upakara: bagaimana orang-orang akan ditingkatkan dalam kesadaran spiritual, bagaimana mereka akan memahami Kepribadian Tertinggi Tuhan Visnu. Karena mereka tidak mengetahui apa tujuan dari hidup. Parabhavas tavad abodha-jati yavan na jijnasata atma-tattvam. Kita semua lahir bodoh dan bajingan, abodha-jata, tanpa perasaan apapun. Jadi kita perlu pendidikan. Pendidikan apakah itu? Pendidikan tentang Atma-tattvam. Apasyatam atma-tattvam grhesu grha-medhinam. Jika kita tidak berbudaya, memupuk atma-tattvam, maka apapun yang kita lakukan, kita dikalahkan. Itulah. Kita dikalahkan. Atma-tattvam.

Atma-tattvam itu adalah instruksi pertama dalam Bhagavad-gita.

dehino 'smin yatha dehe
kaumaram yauvanam jara
tatha dehantara-praptir
dhiras tatra na muhyati
[Bg. 2.13]

Ini adalah atma, awal. Asmin dehe. Di dalam tubuh ini terdapat jiwa. Dehino 'smin yatha dehe. Bukanlah tubuh yang terpenting. Tubuh bukan apa-apa; ia benda mati. Ketika Krsna memulai pelajaranNya dan Arjuna meratapi kesedihan berdasarkan tubuh ini... "Jika kita membunuh saudara kita istri mereka akan menjadi janda dan mereka akan menjadi bhrastacara(?), varna-sankara akan datang." Semua ia perhitungkan berdasarkan pada badan materialnya. Semua politik-politik, sosiologi, mereka semua berjalan berdasarkan pada badan material ini. Tapi Krsna, segera setelah Ia diterima sebagai guru oleh Arjuna... Sisyas te 'ha, sadhi mam prapannam: "Sekarang, Krsna, Aku menerima Mu sebagai guru ku. Bukan sebagai teman." Karena percakapan teman tiada gunanya dan membuang waktu. Dia menerimaNya sebagai seorang guru yang mutlak sempurna. Selain itu tiada berguna. Dia menerima Krsna sebagai guru karena Krsna adalah mutlak. Jika kita menerima guru, guru yang palsu, maka tidak ada untungnya. Guru berarti perwakilan Krsna. Bukan berarti semua orang bisa menjadi guru.

Itu dikatakan dalam sastra bahwa sat-karma-nipuno viprah. Cukup seperti ini hal itu diterima, brahmano nitaram guruh. Jadi umumnya brahmana diterima sebagai guru oleh urutan lainnya dalam masyarakat. Jadi, meski sastra mengatakan bahwa brahmana adalah guru, itu semua benar, tapi sat-karma-nipuno viprah. Seorang brahmana sangat nipuna dalam pengetahuan karma-kandiya nya, sat-karma. Pathana-pathana-yajana-yajana-dana-pratigraha. Sat-karma ini, nipuna, sangat mahir. Mantra-tantra-visaradah. Dan dia sangat-sangat mahir dalam melantunkan hymne Weda dan eksekusi dari tantra dan banyak hal. Avaisnavo gurur na syat. Jika dia adalah avaisnava, jika dia tidak terikat dengan Visnu, jika dia tidak membawa perintah dari Krsna, bahkan jika dia lahir di keluarga sva-paca... Sva-paca berarti pemakan anjing, candala. Tapi jika dia adalah seorang vaisnava dia bisa menjadi guru. Dan jika ia seorang brahmana, dan dia bukan seorang vaisnava... Alaminya, brahmana berarti vaisnava. Brahmana berarti pandita. Masih, di India seorang brahmana dipanggil sebagai "Panditaji." Karena seorang brahmana dan murkha, berandal, ini berkontradiksi. Kecuali ia terpelajar hingga tingkat yang tinggi, kecuali ia telah mempelajari apa itu Brahman, ia tidak bisa menjadi brahmana. Brama janatiti brahmanah. Jadi tidak hanya seseorang harus menjadi brahmana, tapi dia harus menjadi seorang Vaisnava. Masih lebih tinggi. Dari platform brahmana dia masih harus menjadi platform Vaisnava.

brahma-bhutah prasannatma
na socati na kanksati
samah sarvesu bhutesu
mad-bhaktim labhate param
[Bg. 18.54]

Seorang harus menjadi brahma-bhuta. Itulah brahmana. Tandanya adalah na socati na kanksati. Dia tidak peduli dengan apapun yang bersifat material. Dia selalu terpuaskan. Aham brahmasmi. Itulah brahmana. Tapi terlepas dari kualitas ini, jika dia tidak masuk ke dalam bhakti, maka dia bukanlah seorang Vaisnava. Dia bisa menjadi seorang brahmana... Ini didefinisikan dengan jelas dalam Bhagavad-gita. Brahma-bhutah prasannatma na socati na kanksati [Bg. 18.54]. Dia selalu tenang. Samah sarvesu bhutesu. Dia sama dengan setiap orang. Maka dia memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang pemuja, Vaisnava. Jadi jika dia tidak masuk ke tahap itu dia tidak bisa menjadi guru. Evam parampara-praptam imam rajarsayo viduh [Bg. 4.2].

Jadi disini, keluarga Pandava, mereka adalah keluarga yang sangat tercerahkan, dan masih, vama-svabhava, sang wanita berhati lembut. Sang pria tidak... Sang wanita tidak mempertimbangkan tentang posisi Asvatthama. Tapi Krsna tahu, Arjuna tahu, mereka mempertimbangkan bahwa dia si Asvatthama bukanlah seorang brahmana, tapi dia seorang brahma-bandhu. Brahma-bandhu berarti anak dari seorang brahmana, tapi prilaku adalah hal yang lain lagi. Dia disebut brahma-bandhu.

Terimakasih banyak. (selesai)
>>> Ref. VedaBase => Srimad-Bhagavatam 1.7.43 -- Vrndavana, October 3, 1976
https://old.prabhupadavani.org/main/Bhagavatam/137.html

757
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.