Anda di sini

Filsafat Hidup

Tiga Jenis Makanan Menurut Sifatnya. Lebih sering yang mana ?

Aditya Suranata - 11 Desember 2015 00:10:54 0

Berdasarkan pada Sastra Hindu Ayurweda, makanan yang ada di bumi ini dikategorikan menjadi tiga jenis, SATVIK < RAJASIK < TAMASIK dalam kaitannya dengan sifat alaminya.

Dalam Ayurweda, dikatakan bahwa semua jenis makanan, yang tumbuh dibawah tanah bersifat tamasik di alam, dan jenis-jenis yang tumbuh diatas pohon atau tanaman seperti dedaunan, bunga, dan buah-buahan bersifat satvik di alam.

Makanan yang bersifat satvik memberikan ketenangan, kemurnian dan meningkatkan ketahanan, kecerdasan, kekuatan, kesehatan, kebahagiaan dan membuat perasaan gembira. Contoh dari makanan berjenis satvik adalah buah-buahan, sayur-sayuran, dedaunan, biji-bijian, sereal, susu, madu, dll. Makanan-makanan tersebut bisa dikonsumsi seperti apa adanya. Seseorang bisa hidup baik dengan makan makanan satvik seumur hidupnya. Makanan satvik biasanya ditanam dilahan yang segar, musiman dan dibiakan secara lokal.

Satvik

Makanan-makanan yang dikelompokan ke dalam sifat satvik adalah:

  • Jenis makanan vegetarian tanpa bawang-bawangan (bawang merah, bawah putih dan bagian lainnya dari tanaman bawang)
  • Sereal yang tidak diolah berlebihan
  • Biji-bijian
  • Kacang-kacangan
  • Susu dan semua keturunannya
  • Madu
  • Buah-buahan dan yang umumnya terasa manis dan menyegarkan


Mengkonsumsi jenis makanan sesuai dengan yang tersebut diatas akan membantu menjaga pikiran tetap berada pada posisi tenang dan waspada, sehingga menyebabkan meningkatnya konsentrasi dan mengurangi kelesuan. Makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi sehari-hari atau secara reguler adalah makanan jenis ini.

Rajasik

Makanan yang dikelompokan ke dalam sifat rajasik memiliki sifat penuh nafsu, gairah dan perangsang. Terdiri dari campuran dari pedas, panas, dan yang asin-asin. Khususnya makanan yang rasanya dan bumbunya terlalu tajam, meningkatkan hal-hal yang bersifat negatif, gairah seksual dan nafsu keingan, kegelisahan, meningkatkan tekanan darah, dll, yang terdiri dari:

  • Makanan dengan efek stimulant
  • Makanan pedas dan panas
  • Sereal dan makanan yang diolah secara berlebihan
  • Segala bentuk gorengan dan junk food
  • Daging, telur dan segala makanan non-vegetarian
  • Cokelat
  • Minuman berenergi, teh (hijau dan hitam), kopi

Mengkonsumsi jenis makanan yang disebutkan diatas bisa meningkatkan kolesterol, hipertensi, sifat lekas marah dan mudah terpancing emosi, dan mood yang cepat berubah-ubah atau tidak stabil. Jenis makanan tersebut membuat kita menjadi sensual, memiliki nafsu yang menggebu-gebu, menjadi serakah / loba, mudah marah, mudah cemburu, suka mengkhayal dan memimpikan sesuatu yang negatif, fantasi yang tidak terkontrol, memperbesar sifat egoisme dan perasaan yang tidak religius. Orang-orang yang sering mengkonsumsi makanan berjenis rajasik, akan jauh lebih tertarik ke dalam gaya tarik empat P - POWER, PRESTIGE, POSITION, dan PROSPERITY (kekuatan, gengsi/kemewahan, jabatan, dan kesuburan). Tapi mereka cenderung masih bisa mendapatkan cukup kontrol pada hidup mereka dan tidak terobsesi lebih jauh dari apa yang disebutkan diatas.

Tamasik

Makanan yang dikelompokan kedalam jenis tamasik memiliki sifat yang membuat kita kehilangan kendali, membodohkan dan menghilangkan kesadaran, terdiri dari :

  • Makanan yang memiliki efek sedatif
  • Daging, telur, ikan dan makanan non-vegetarian lainnya
  • Teh, Kopi, dan minuman lainnya yang mengandung kafein dan zat sejenis yang dapat menganggu fungsi hormon dan menganggu kontrol saraf dan kesadaran
  • Minuman beralkohol
  • Tembakau, ganja, opium, serta bahan-bahan adiktif lainnya
  • Makanan basi, yang mentah dan tidak memiliki rasa, yang dimasak terlalu lama atau yang didiamkan lebih dari 3 jam

Mengkonsumsi makanan seperti yang disebut diatas bisa menjerumuskan kita ke keadaan yang hilang konsentrasi, gangguan tidur, kemarahan yang meledak-ledak dan keasaman. Makanan tamasik meningkatkan kelambanan dan kebodohan dalam diri kita, karena makanan berjenis itu selain susah untuk dicerna, akan mempengaruhi tatanan kecerdasan tubuh dan pikiran. Orang-orang yang hanya memakan makanan berjenis tamasik, akan mengalami kegelisahan dan memiliki kewaspadaan yang minim, dan tidak bisa berhubungan dengan orang lain dalam cara yang seimbang. Mereka akan memiliki sedikit rasa hormat dan tidak peduli pada kesejahteraan orang lain dan cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri. Sistem saraf dan jantung mereka tidak berfungsi secara optimal dan akan cepat menua.

Karena kecerdasan, dan kesadaran mereka terselimuti oleh gelapnya kabut yang ditimbulkan oleh sifat tamasik, pikiran mereka menjadi rusak sehingga mereka biasanya akan menderita berbagai kondisi seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, arthritis, dan kelelahan kronis.

1.412
Image

Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di TutorKeren.com kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

Artikel Menarik Lainnya
Mari Gabung

Halo Emo 51 , Ada yang ingin disampaikan? Jangan sungkan untuk gabung diskusi ini. Silahkan Login dulu atau Daftar baru.