Vegetarianisme


Aditya Suranata 15 Okt 2016 Filsafat Hidup

Mulai Baca

Haruskah Kita Membunuh Untuk Hidup

Vegetarianisme, yang dalam bahasa Sansekerta juga disebut dengan Shakahara, telah menjadi tata susila atau etika prinsip-prinsip kesehatan dan lingkungan selama ribuan tahun di seluruh India. Meskipun beberapa kolonisasi agama secara radikal mengikis, menggerogoti dan merusak keidealannya, namun ia masih tetap menjadi etika pokok dari filosofi dan praktik Kesadaran Krsna hingga hari ini. Rasa bersalah yang halus tetap ada di antara orang-orang yang makan daging.

Agama-agama yang berada di grade atas semua mengajarkan vegetarianisme, sebagai sebuah cara hidup dengan menyakiti mahluk lain seminimal mungkin. Mengkonsumsi daging, ikan, unggas atau telur adalah sama halnya berpartisipasi langsung dalam tindakan kekejaman dan kekerasan terhadap hewan.

Keinginan dari para pemakan daging untuk dapat memakan daging mendorong yang lain membunuh untuk dapat menyediakan daging tersebut. Tindakan toko daging dimulai dengan keinginan konsumen. Memakan daging berkontribusi dalam berkembangnya mental-mental bengis. Para resi agung India telah mengkonfirmasi bahwa seseorang tidak akan dapat hidup dengan damai dan harmonis jika dia masih makan daging. Nafsu manusia pada daging menimbulkan bahaya yang menghancurkan bumi itu sendiri, penebangan hutan yang berharga secara besar-besaran untuk membuat lahan padang rumput sebagai pakan. Bagaimana bisa orang yang makan daging mempraktikan kasih sayang sejati, sedangkan dia sendiri masih melakukan kekejaman dengan memakan daging dari para binatang untuk menggemukkan tubuhnya sendiri?

Makanan vegetarian tidak termasuk daging, ikan atau telur. Keluarga-keluarga vegetarian memiliki masalah yang jauh lebih sedikit dari pada mereka yang bukan vegetarian. Jika anak dibesarkan sebagai seorang vegetarian, maka setiap hari mereka akan terpapar pada sikap anti kekerasan sebagai prinsip dari kedamaian dan welas asih. Setiap hari mereka tumbuh dewasa, mereka selalu mengingat dan diingatkan untuk tidak membunuh. Dengan demikian mereka dengan sendirinya tidak akan membunuh mahluk lain untuk dimakan, untuk memuaskan dirinya sendiri. Dan jika mereka tidak membunuh mahluk lain untuk kepuasan lidahnya sendiri, mereka juga cenderung tidak akan bertindak kasar kepada orang lain.

Ketika seseorang menyadari bahwa daging itu adalah hasil dari pembantaian mahluk lain, dia harus menghindari diri agar tidak sampai memakannya.

Kamu haruslah tidak menggunakan badan yang diberikan oleh Tuhan untuk membunuh mahluk-mahluk ciptaan Tuhan, terlepas apakah mereka manusia atau binatang.

Faktanya, keagungan sebuah masyarakat atau peradaban dan perkembangan moralnya dapat diukur berdasarkan bagaimana para binatangnya diperlakukan. Hindu sejauh ini adalah peradaban manusia yang paling damai yang pernah ada di Bumi ini.

Pembunuhan Sapi

Para sapi memberikan kita susu, yang mana tanpa itu kita tidak dapat bertahan hidup. Mulai dari lahir, kita bergantung pada susu untuk kebaikan kesehatan kita dan untuk dapat bertahan hidup. Pada 3 bulan pertama, kita meminum susu dari para sapi melalui ibu kita dan kemudian secara langsung seumur hidup kita. Bagaimana bisa kita membunuh ibu, yang mana telah memberi kita kesehatan yang baik untuk dapat hidup?

Alasan untuk Menjadi Seorang Vegetarian

Jutaan dari para pemakan daging telah mengambil keputusan pribadi untuk berhenti memakan daging dari mahluk lain. Berikut adalah beberapa motivasi utama dari keputusan tersebut.

1) Alasan yang berkaitan dengan HUKUM KITAB SUCI

Kesadaran mu saat meninggal akan menentukan badan apa yang kamu dapatkan selanjutnya

Jika kamu memakan para binatang (daging) selama masa hidup mu, pemikiran final mu akan berada pada binatang-binatang itu. kamu akan mendapatkan kehidupan di kingdom binatang. Jika kamu menjalani hidup dalam amal dan kemurahan hati (menolong orang), pemikiran final mu akan pada hal tersebut yaitu menolong orang, kamu akan mendapatkan kelahiran di salah satu planet-planet surgawi.

"Mahluk hidup di dunia material membawa berbagai paham hidupnya dari satu badan ke badan yang lain seperti udara membawa berbagai bau. Dengan cara demikian ia menerima jenis badan tertentu, lalu sekali lagi meninggalkan badan itu untuk menerima badan lain." (Sri Krsna, BG. 15.8)

"Keadaan hidup manapun yang diingat seseorang pada saat Ia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah yang akan dicapainya, wahai putera Kunti." (Sri Krsna, BG. 8.6)

Ahimsa, hukum anti-kekerasan, adalah tugas dasar utama dari orang Hindu dalam pemenuhan kewajiban agamanya kepada Tuhan dan ciptaan Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh kitab-kitab suci Weda.

2) Alasan yang berkaitan dengan KONSEKUENSI KARMA

Semua aksi-aksi kita termasuk pilihan makanan memiliki konsekuensi karma. Dengan terlibat dalam proses kekejaman, penyiksaan dan kematian, bahkan secara tidak langsung dengan memakan mahluk lain, seseorang harus merasakan penderitaan yang setara di masa depan. Jika kamu sekarang memakan para binatang, kamu menanam karma, yang mana akan berbuah hukuman di masa depan. Hal ini sudah dapat dipastikan. Hukum karma seperti itu adalah kenyataan.

3) Alasan yang berkaitan dengan KESADARAN SPIRITUAL

Makanan adalah sumber dari nutrisi tubuh, dan apa yang kita telan mempengaruhi kesadaran kita, emosi dan pola prilaku atau pengalaman. Jika seseorang ingin hidup dalam tingkat kesadaran yang lebih tinggi, dalam kedamaian dan kebahagiaan dan kasih sayang untuk semua mahluk, maka dia tidak bisa memakan daging, ikan, kerang, unggas atau telur. Dengan memakan grosiran kimia dari makanan binatang, tubuh dan pikiran seseorang akan terkontaminasi kemarahan, iri hati, ketakutan, kecemasan, kecurigaan dan ketakutan yang teramat sangat dengan kematian, semua hal yang terprogram dalam daging para mahluk yang tersembelih. Karena alasan-alasan itu, shakaharis (seorang vegetarian) hidup dalam standar kesadaran yang lebih tinggi dan mansaharis (pemakan daging) tinggal di kesadaran yang lebih rendah. Orang dengan kesadaran rendah tidak dapat mencerna ilmu pengetahuan yang transkendental, yang mana merupakan satu-satunya jalan penerangan menuju pembebasan.

4) Alasan yang berkaitan dengan KESEHATAN

Studi medis membuktikan bahwa makanan vegetarian jauh lebih mudah untuk dicerna, menyediakan sumber nutrisi yang lebih banyak dan membebankan beban dan kotoran yang lebih sedikit pada tubuh. Seorang vegetarian memiliki kerentanan yang lebih rendah untuk terjangkit penyakit-penyakit kronis yang menimpa manusia-manusia moderen saat ini, dan maka dari itu dapat hidup lebih lama, lebih sehat, dan hidup dengan lebih produktif. Mereka memiliki lebih sedikit keluhan fisik, lebih jarang pergi ke dokter, jarang bermasalah dengan gigi, dan tagihan kesehatan yang lebih kecil. Sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat, tubuh mereka lebih murni, lebih halus dan kulit lebih indah.

Mereka yang memakan daging jauh lebih mudah terjangkit kanker dari pada mereka yang mengikuti pola makan vegetarian.

Para pemakan daging mencerna jumlah kolesterol yang besar, membuat mereka berada dalam kondisi bahaya dan sangat rentan untuk terkena serangan jantung. Banyak studi ilmiah yang menyimpulkan bahwa memakan daging dapat merusak kesehatan mu dengan serius.

5) Alasan yang berkaitan dengan EKOLOGI

Planet Bumi sedang menderita. Dalam skala besar, angka kehilangan spesies menanjak naik, perusakan terhadap hutan hujan purba untuk membuat lahan pakan bagi peternakan, kerusakan lapisan atas tanah dan konsekuensi meningkatnya polusi air dan polusi udara semuanya telah terlacak ke satu titik temu yaitu fakta adanya daging pada makanan manusia. Tidak ada keputusan individu atau sebagai kesatuan ras manusia yang dapat menimbulkan efek dramatis pada peningkatan kualitas ekologi planet ini selain keputusan untuk tidak memakan daging. Banyak yang memilih untuk menyelamatkan planet ini bagi generasi mendatang dengan cara mengambil keputusan ini untuk alasan ini dan alasan ini saja.

6) Alasan yang berkaitan dengan EKONOMI

Fakta sederhananya adalah untuk menghasilkan 1 Kg daging, diperlukan 17 Kg biji-bijian dan bergalon-galon air. Jutaan binatang diternakan untuk memproduksi daging, jika mereka tidak diternakan dan vegetasinya kita gunakan untuk memberi makan orang-orang, tidak akan ada yang kelaparan di dunia ini.

Kamu pilih yang mana; 1 Kg daging, yang dibaliknya melibatkan pembunuhan dan mungkin penyakit (kanker, jantung atau sapi gila) Atau 17 Kg biji-bijian, bergalon-galon air yang menyehatkan dan tanpa disertai dengan pembunuhan?

Hanya Si Buas yang Memakan Si Buas Lainnya.

Di China dan Taiwan, beberapa orang memakan anjing, kucing, ular, siput, dan binatang mengerikan lainnya.

Di Perancis beberapa orang memakan katak.

Di Saudi Arabia orang-orang memakan para sapi dan kambing.

Di Australia, suku Aborigin memakan kadal.

Di negara-negara barat orang-orang memakan babi, dan lobster.

Di Meksiko beberapa memakan tikus.

Di Afrika beberapa memakan monyet.

Terdapat banyak lagi varietas binatang-binatang mengerikan yang dimakan oleh manusia di seluruh dunia.

Hal ini disebabkan karena kebodohan, sehingga para manusia yang juga terbuat dari daging dan darah terlibat dalam kegiatan memakan daging dan darah dari para mahluk hidup lain.

Makanan Vegetarian -- Rasa yang Lebih Tinggi

Mereka para manusia yang memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi tidak akan terlibat dalam kegiatan memakan daging. Mereka hanya memakan makanan yang menyehatkan, bernutrisi, dan bebas karma: Biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayur-mayur, susu, dan makanan turunan dari susu.

Hanya mahluk buas yang memakan mahluk buas lainnya.

Apakah kamu membunuh ibu mu sendiri?

KUBERI DIRI MU MAKANAN BERGIZI UNTUK HIDUP DAN INIKAH YANG DIKAU LAKUKAN PADA KU

  • KAMU MEMINUM SUSU DARI SEEKOR SAPI MELALUI IBU MU SAAT 3 BULAN PERTAMA HIDUP MU, LALU SECARA LANGSUNG SELAMA SISA HIDUP MU.
  • KAMU MEMAKAN KEJU YANG TERBUAT DARI SUSU SAPI.
  • KAMU MEMAKAN YOGURTH YANG TERBUAT DARI SUSU SAPI.
  • KAMU MEMAKAN ES KRIM YANG TERBUAT DARI SUSU SAPI.
  • KAMU MEMAKAN MENTEGA DAN MARGARIN YANG TERBUAT DARI SUSU SAPI.
  • KAMU MEMAKAN MAKANAN LAIN YANG TERBUAT DARI SUSU SAPI, SEPERTI PIZZA (KEJU).

TIDAKKAH ENGKAU TAHU BAHWA TANPA PARA SAPI, TIDAK BISA ADA MANUSIA.

Meskipun mengetahui semua hal diatas, kamu membunuh dan memakan ibu mu, para sapi. Tidak tahu malu.

Kamu berpikir hal diatas menjijikan? Baiklah, kamu adalah penyebab dari hal-hal diatas, tidakkah kamu menyadarinya? Atau mungkin kamu sudah terlalu banyak dicuci otak sehingga mempercayai kalau membunuh itu tidak salah?

Apakah Tuhan Menginginkan Manusia Untuk Memakan Daging?

Ketika mendiskusikan topik tentang membunuh (memakan daging) dengan umat Kristen dan Muslim. Mereka sepenuhnya membenarkan pembunuhan para binatang untuk dimakan dengan menunjuk langsung ke kitab-kitab suci mereka. Maka dari itu, alasan utama mengapa manusia membunuh untuk hidup (memakan daging) adalah agama. Injil & AlQuran keduanya menyatakan bahwa para binatang adalah makanan. Mereka berdua mengklaim bahwa kitab-kitab mereka adalah wahyu Tuhan dan maka dari itu sepenuhnya tidak ada yang salah dengan membunuh para binatang yang tidak bersalah.

Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah Tuhan menginginkan manusia untuk memakan daging?

Pertanyaan ini dapat dijawab dengan adil dan nyata melalui sudut pandang masalah kesehatan, ekonomi, dan kekerasan.

1. Kesehatan

Apakah daging bagus untuk kita?

Sudah menjadi fakta ilmiah kalau seorang vegetarian lebih sehat daripada pemakan daging. Studi ilmiah memperlihatkan bahwa vegetarian memiliki resiko yang lebih rendah untuk terjangkit penyakit keras seperti kanker, serangan jantung, tekanan darah tinggi dan kelainan kesehatan lainnya jika dibandingkan dengan pemakan daging.

Studi-studi Ilmiah Mendukung Diet Vegetarian

Kebanyakan studi yang dilaporkan di British Medical Journal menemukan bahwa, dari 5000 pemakan daging dan 6000 non-pemakan daging, vegetarian memiliki resiko 40% lebih rendah untuk kanker dan 30% lebih rendah untuk serangan jantung daripada pemakan daging dan juga 20% lebih jarang meninggal karena penyakit itu (Oxford Vegetarian Study).

Studi yang dilakukan US dari 50,000 vegetarian menunjukan kemungkinan kanker yang sangat rendah (Seventh Day Adventist Study, Massachusetts). Diperkirakan bahwa dengan mengikuti diet vegetarian rendah lemak, risiko penyakit karena makanan menurun 80%.

Diet vegetarian yang seimbang jauh lebih baik untuk manusia daripada satu yang termasuk daging (dari majalah TIME, July 2002).

Sebuah studi selama 11 tahun, German vegetarian telah menemukan kasus meninggal karena penyakit pembuluh jantung menjadi lebih rendah 61% pada pria vegetarian dan 44% lebih rendah pada wanita vegetarian dari pada populasi umum.

Hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Beberapa studi telah menemukan bahwa seorang vegetarian memliki tekanan darah yang lebih rendah dari pada pemakan daging (Sacks 1974, Armstrong 1977).

The British Medical Association (1986) menyatakan bahwa vegetarian memiliki tingkat obesitas yang lebih rendah dari pada pemakan daging.

Vegetarian memiliki resiko terjangkit kanker usus yang lebih rendah dari pada pemakan daging (Philllips 1980)

Terdapat banyak bukti ilmiah untuk membuktikan bahwa diet vegetarian jauh lebih menyehatkan dari pada diet makanan berdaging. Memakan daging secara serius merusak kesehatan mu.

Bagaimana dengan Protein?

Kebanyakan orang berhasil dicuci otak sehingga berpikir bahwa daging adalah satu-satunya sumber protein. Faktanya adalah dalam diet vegetarian juga terdapat banyak sekali sumber protein.

Apakah Tuhan ingin manusia untuk memakan makanan yang akan meningkatkan kemungkinan menderita penyakit keras, mengurangi kualitas hidup, dan mengurangi masa hidup?

Tentu saja tidak.

Apakah kamu mau anak-anak mu memakan makanan yang tidak baik untuk mereka? Tidak kan?

Begitu juga Tuhan tidak ingin anak-anakNya, kamu dan saya, untuk memakan-makanan yang buruk untuk kesehatan kita.

2. Ekonomi

Apakah ada kaitannya secara ekonomi menernak hewan untuk makanan?

Diperlukan setidaknya 17 Kg jagung, kacang, biji dll., bergalon-galon air, dan terkadang hanya berhasil menghasilkan 1 Kg daging sapi. Ini sama saja dengan menginvestasi Rp.1,7 juta di bank sebagai deposito berjangka dan menarik Rp. 100rb pada saat sudah jatuh tempo.

Sedangkan jagung, kacang, dan biji-bijian yang seberat 17 Kg itu dapat memberi makan setidaknya 20 orang sementara 1 Kg daging sapi mungkin cukup untuk 2 orang.

Apakah masuk akal untuk memberi makan seekor binatang sebanyak 17 Kg vegetasi, bergalon-galon air, menyediakan rumah, beri beberapa waktu, lalu kemudian menggorok leher mereka dan membunuhnya untuk memproduksi 1 Kg daging?

Apakah tidak jauh lebih baik untuk menggunakan 17 Kg vegetasi itu dan mengolahnya untuk dimakan secara langsung dari pada harus memutarnya dulu melalui para binatang dan kemudian makan dari binatang itu yang kuantitasnya sudah jauh berkurang?

Alasan mengapa di beberapa tempat di dunia seorang anak mati kelaparan setiap dua detik adalah karena adanya mental-mental rumah penjegalan seperti yang dijelaskan di atas. Jika jutaan are tanah, yang mana digunakan untuk menanam tanaman pakan ternak, dirubah untuk digunakan menjadi lahan untuk bertani makanan untuk manusia secara langsung maka setidaknya akan ada 10 kali lipat lebih banyak makanan daripada yang ada sekarang. Maka dari itu tidak akan ada kelaparan di dunia ini.

Sekitar 70% dari ladang-ladang yang ada di US digunakan untuk memberi makan binatang-binatang peternakan dan bukan untuk manusia. Mental seperti ini mengubah 17 Kg makanan vegetarian menjadi 1 Kg daging sehingga hanya mungkin 2 orang dapat makan dari pada yang seharusnya 20. Juga terdapat sensasi khusus ketika membunuh binatang, yang mana kebanyakan sangat disukai oleh pengikut agama non-Weda.

Jika setiap orang di dunia seorang vegetarian, tidak akan ada hal yang namanya kelaparan. Tapi sayangnya mayoritas dari para manusia cukup sulit untuk dapat menghentikan sensasi dari membunuh para binatang tak berdosa dan sehingga anak-anak akan tetap menderita dan mati karena kelaparan dengan laju 2 orang setiap detiknya.

Apakah Tuhan ingin manusia untuk mengubah 17 Kg makanan vegetarian menjadi 1 Kg makanan non-vegetarian (daging).

Tentu saja tidak.

3. Kekerasan

Apakah kekerasan berhubungan dengan memakan daging?

Apa kesamaan yang dimiliki oleh semua teroris?

Apa kesamaan yang dimiliki oleh semua penjahat bengis?

Apa kesamaan yang dimiliki oleh para pembunuh?

Jawaban sederhananya adalah mereka semua adalah pembunuh para binatang (pemakan daging).

Apakah kamu pernah mendengar ada seorang teroris vegetarian?

Apakah kamu pernah mendengar ada seorang penjahat bengis vegetarian?

Apakah kamu pernah mendengar ada seorang pembunuh seorang vegetarian?

Bagaimana memakan daging menyebabkan seseorang menjadi bengis?

Oleh karena melakukan pembunuhan untuk hidup (memakan daging), pikiran manusia mengembangkan rasa untuk membunuh, yang mana mengarah kepada sifat mental keganasan. Mental-mental membunuh para binatang juga menyebar untuk membunuh sesama manusia juga. Orang yang membunuh para binatang jauh lebih mungkin untuk membunuh orang juga. Ini adalah fakta sebagaimana yang dilakukan teroris, dan penjahat yang paling bengis adalah pembunuh binatang (pemakan daging).

Seorang vegetarian tidak membunuh untuk hidup (tanpa daging) dan dengan demikian pikiran mereka mengembangkan rasa anti-kekerasan, sehingga mentalnya juga menjadi anti-kekerasan. Mental-mental dari seorang vegetarian adalah bahwa membunuh itu seluruhnya salah, sehingga membunuh atau hanya menyakiti manusia adalah seluruhnya tak terpikirkan.

Pemerintah US menghabiskan milyaran dollar setiap tahunnya untuk memerangi teroris. Mereka berpikir dengan menghadang mereka menggunakan senjata dan bom akan menyelesaikan masalah. Mereka sepenuhnya mengabaikan akar permasalahan dari adanya kekerasan. Yang mana adalah mental-mental untuk melakukan kekerasan pada manusia, adalah disebabkan oleh membunuh untuk hidup (memakan daging).

Rumus sederhana untuk menghentikan terorisme dan kekerasan di dunia ini adalah:

Tanpa daging = Tanpa membunuh = Tanpa mental pembunuh = Tanpa terorisme/Tanpa Kekerasan

Bagaimana dengan membunuh tumbuh-tumbuhan?

Terdapat perbedaan besar antara memotong rumput dan memotong leher ayam. Membunuh tanaman dan binatang bukanlah hal yang sama.

Apakah Tuhan menginginkan manusia membunuh untuk hidup (memakan daging) sehingga mereka mengembangkan mental-mental kekerasan dan menjadi pembunuh para manusia juga?

Tentu saja tidak.

Mengapa Sapi Sakral Bagi Orang Hindu?

Ibu dari manusia meminum susu sapi, dan dari sana sang ibu memproduksi susunya sendiri, yang mana kemudian manusia minum ketika lahir. Lalu setelah 3 bulan kita mulai meminum susu sapi dalam botol kemudian mangkuk. Kita juga makan makanan enak yang terbuat dari susu sapi. Makanan-makanan seperti es krim, yogurt, keju, dan dadih / tahu susu. Mulai dari kelahiran kita hingga kematian kita, kita bergantung pada susu sapi. Maka dari itu sapi dianggap sebagai ibu sebagaimana ia menyediakan kita makanan bernutrisi untuk hidup. Bagaimana bisa kita membunuh seorang ibu.

Setiap kali kamu memakan pizza, es krim, yogurt, dan makanan lainnya yang terbuat dari susu, kamu harusnya sangat berterimakasih kepada para sapi.

Bagaimana kamu bisa membunuh ibu yang menyediakan makanan bergizi untuk hidup mu?

Sapi juga merupakan binatang favoritnya Tuhan, Sri Krsna. Mengapa bisa demikian? Karena para sapi menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak Sri Krsna, yaitu kamu dan saya dan semua mahluk hidup. Sri Krsna sangat berterimakasih padanya. Apakah kamu berterimakasih kepada seseorang yang memberi makan anak mu, atau kamu malah akan menyuruhnya untuk mati dan dimakan? (Referensi 'Courtesy of Bhagavad-Gita.ws').

Sri Caitanya, yang mana adalah reinkarnasi dari Sri Krsna menyatakan dalam Caitanya Caritamrta, Adi-lila Bab 17, sloka 165-167.

"Para pembunuh sapi dikutuk untuk tinggal membusuk di kehidupan neraka selama ribuan tahun sejumlah bulu-bulu yang ada di tubuh sapi."

Mohon juga luangkan waktu untuk membaca Apanya yang salah dengan memakan daging

 

Referensi: iskconbirmingham.org/vegetarianism - 16 Agustus 2016 01:29 GMT+8

Diterbitkan

di

Filsafat Hidup Vedanta

Aditya Suranata

Tentang Penulis, Aditya Suranata

Aditya suka menulis, bukan hanya sekedar hobi, menulis menjadi medianya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Di Miarana DIY kebanyakan menyumbang tulisan sesuai dengan minat dan keahliannya yaitu pada kategori pemrograman dan elektronika. Selain itu juga gemar menulis mengenai hal-hal umum, seperti ilmu alam, sosial dan beberapa pengalamannya yang mungkin bisa berguna untuk orang lain.

lihat artikel lain oleh Aditya Suranata

Artikel Lainnya

Kategori Tulisan

E-Book Terbaru

Teknik Antarmuka MATLAB dan Arduino

Teknik Antarmuka MATLAB dan Arduino - Cover.jpg
Pelajari konsep yang sangat luar biasa antara visualisasi, analisis dan komputasi yang ditawarkan MATLAB dengan Platform Arduino sebagai perangkat...
Jumlah Halaman:
411 Halaman

Video Terbaru

Belum Puas ? Mari Kita Saling Bicara


Join Forum Diskusi MiaranaDIY untuk berdiskusi dengan respon cepat mengenai berbagai macam tutorial hingga ulasan yang terdapat di blog ini. Untuk berlangganan artikel terbaru silahkan Like & Follow Facebook Page MiaranaDIY dan Follow Twitter @MiaranaDIY